PMI Non Prosedural Asal Malaka-NTT Meninggal di Malaysia Pasca Sakit Pneumonia

digtara.com - Nikolas Nesi (56), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malaka, NTT meninggal di Malaysia karena menderita penyakit Pneumonia.
Baca Juga:
- Grup PMR SMP Negeri 15 Semarang Raih Juara Pertama Lomba Smart Health Challengges PMI Kota Semarang 2025, Simak Daftar Lengkapnya Para Pemenang
- 280 Siswa Ikuti Smart Health Challengges PMI Kota Semarang, Sebagai Media Pembelajaran dan Penguatan Nilai-nilai Kemanusiaan Melalui Gaya Hidup Sehat
- PB IKA PMII Dukung Penuh Perubahan Status Kelembagaan BP Haji Menjadi Kementerin Haji dan Umroh
Nikolas menderita penyakitnya selama tiga tahun.
Jenazah Nikolas tiba di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)
pada Selasa, (11/6/2024).
"Sakit pneunomia sudah tiga tahun, tapi selama ini kami tidak diberitahu kalau bapak sedang sakit," ujar Febi Bitaela, anak kandung Nikolas di cargo Bandara El Tari Kupang, Selasa (11/6/2024).
Nikolas merupakan PMI asal RT 04/RW 02, Desa Lamudur, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, NTT.
Ia berangkat ke Malaysia pada awal tahun 2013 tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi atau melalui jalur ilegal.
"Saat itu bapak jalan sendiri tanpa direkrut. Jadi, tidak ada dokumen yang resmi," ujar Febi.
Selama di Malaysia, Nikolas bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit.
Keputusan untuk merubah nasib ke sana, karena dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi dan tuntutan biaya sekolah empat anaknya.
"Saat itu kami tiga orang sedang kuliah. Tidak ada apa-apa lagi untuk bayar biaya sekolah, maka bapak memutuskan untuk kerja di sana. Setiap bulan pengiriman uangnya lancar untuk kami bayar biaya sekolah dan kuliah," tutur Febi.
Febi tak henti-hentinya menangis ketika mendapat kabar ayahnya sudah tidak bisa telan makanan dan minuman.
Ia terus berdoa dan meyakini, tulang punggung keluarganya itu bisa sembuh.
"Saya tidak bisa buat apa-apa. Saya menangis dan berdoa, semoga bapak diberikan kesembuhan supaya pulang untuk bertemu dengan kami," kisah Febi.
Pada Jumat, (31/5/2024), Febi dan keluarga mendapat kabar tentang kematian sang ayah.

Grup PMR SMP Negeri 15 Semarang Raih Juara Pertama Lomba Smart Health Challengges PMI Kota Semarang 2025, Simak Daftar Lengkapnya Para Pemenang

280 Siswa Ikuti Smart Health Challengges PMI Kota Semarang, Sebagai Media Pembelajaran dan Penguatan Nilai-nilai Kemanusiaan Melalui Gaya Hidup Sehat

PB IKA PMII Dukung Penuh Perubahan Status Kelembagaan BP Haji Menjadi Kementerin Haji dan Umroh

Buku Menyalakan Api Perlawanan Masterpiece Perjuangan Ulama Jawa Tengah Melawan Penjajah Dilaunching, Untuk Syarat Pengusulan Jadi Pahlawan Nasional

11 Perusahaan dan Rumah Sakit Dapat Penghargaan dari PMI Kota Semarang
