Ada Luka Lecet dan Memar, Jenazah WNA Asal Jerman Divisum
Baca Juga:
Penyebab meninggalnya korban tidak dapat dipastikan karena tidak dilaksanakan otopsi.
Selanjutnya jenasah dititip di RSUD untuk menunggu proses lanjut dan menunggu permintaan otopsi.
Pelaksanaan visum juga disaksikan penyidik Reskrim Polsek Alak, tim Inafis Polresta Kupang Kotadan perwakilan keluarga.
Dokter Edwin Tambunan Sp.KF yang dikonfirmasi Senin (20/11/2023) membenarkan pelaksanaan visum tersebut.
"Kemarin masih periksa luar saja. Selanjutnya jenazah kembali disimpan menunggu kabar selanjutnya," ujar dokter spesialis forensik ini.
Hannes Fruhauf ditemukan tewas tenggelam di Pantai Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (18/11/2023) pagi.
Korban mengenakan celana pendek warna hitam, menggunakan ikat pinggang warna coklat dan baju kemeja lengan panjang warna biru.
Kondisi fisik mata kiri memar, lutut kanan memar dan kulit mulai terkelupas.
Muhammad Musa alias Metyu, agen yang mengurus kapal asing di lokasi kejadian menyebutkan kalau korban hilang sejak Jumat, 17 November 2023, sekitar pukul 10.00 wita.
Metyu sempat mencari korban namun tidak membuahkan hasil.
Korban ditemukan mengambang oleh nelayan perahu lampara KM 'Mokaroma' sekitar pukul 06.00 wita.
Nelayan kemudian menghubungi pihak kepolisian Polsek Alak melaporkan penemuan jenazah korban.
Tim SAR Kupang juga diterjunkan untuk membantu proses evakuasi korban dari bibir pantai.
Korban kemudian dibawa ke pinggiran pantai Nunbaun Sabu menggunakan sampan milik nelayan.
Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk visum.
Pria di Belu Diamankan Polisi Karena Angkut BBM Ilegal
Banjir Hantam Kabupaten Malaka, Mobil Pengangkut Jenazah Ikut Terjebak
Tiga Hari Hilang Pasca Jatuh ke Laut, Nelayan di Kupang Ditemukan Meninggal Dunia
Ungkap Peredaran Rokok Ilegal Oleh WNA, Empat Anggota Polres Belu Dapat Penghargaan Dari KPPBC TMP B Atambua
Hilang Kendali, Dua Mobil Dan Satu Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kota Kupang