Jumat, 20 Februari 2026

Satu Balita di Rote Ndao Meninggal Karena Gagal Ginjal Misterius

Imanuel Lodja - Jumat, 14 Oktober 2022 10:14 WIB
Satu Balita di Rote Ndao Meninggal Karena Gagal Ginjal Misterius

digtara.com – Seorang Balita berusia 2 tahun di Kabupaten Rote Ndao meninggal dunia akibat mengalami gagal ginjal tanpa penyebab yang jelas atau misterius.

Baca Juga:

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NT, dr. Woro Indri Patmosiwi, Sp.A membenarkan saat diwawancarai, Jumat (14/10/2022).

Kasus ini telah terjadi pada akhir September lalu. Menurutnya tidak terdeteksi penyebab pasti dari kondisi gagal ginjal yang dialami oleh anak tersebut, terlebih dengan adanya keterbatasan fasilitas pemeriksa fungsi ginjal.

Diagnosis terjadinya gagal ginjal anak ini sendiri karena korban tidak kencing selama 12 jam lalu.

Baca: Salut! Polisi di Rote Ndao Sisihkan Gaji untuk Bantu Anak Sekolah Kurang Mampu

Balita ini meninggal 6 jam setelah diperiksakan oleh keluarganya ke rumah sakit setempat.

“Artinya penyebabnya benar-benar kita tidak tahu,” ungkap dokter spesialis anak di Klinik Medika Wirasakti ini.

Ia menyebut beberapa kasus gagal ginjal terhadap anak cenderung terjadi dengan penyebab yang bisa diketahui.

Misalnya kasus yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W. Z. Johannes sendiri adalah gagal ginjal yang dialami seorang anak akibat adanya infeksi kuman.

Sementara kasus di Kabupaten Rote Ndao, berdasarkan keterangan keluarga disebut awalnya si anak mengalami batuk pilek dan mencret.

Orang tuanya menyebut tidak ada pemberian obat-obatan yang dapat menyebabkan kondisi itu terjadi.

Saat si anak dibawakan ke petugas rumah sakit pun dengan kondisi sesak nafas, badan panas tinggi dan tidak kencing.

IDAI NTT sendiri mengimbau para orang tua dengan anak berumur di bawah 18 tahun bila kondisi demam, infeksi saluran nafas akut, pilek, mual atau muntah hingga mencret, tidak kencing dalam waktu lama, urin berwarna merah atau ada bengkak di badan, maka perlu segera ditangani sebelum terlambat anak dengan kondisi tersebut.“Bila kondisi seperti itu bawa segera ke rumah sakit,” imbaunya.

Ia menyebut cuci darah untuk anak-anak memang membutuhkan alat khusus karena yang tersedia di rumah sakit seperti RSUD Prof W. Z. Johannes hanya untuk orang dewasa.

Untuk itu bila ditemukan ada gejala pada anak seperti dirincikannya itu maka perlu segera diperiksakan ke rumah sakit sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Seringkali juga dengan infeksi sampai akut atau gagal ginjal akut itu pasiennya bisa sampai meninggal karena penanganan yang terlambat,” kata dia.

Ia juga meminta dokter spesialis anak agar waspada dan peka dalam menangani kasus yang ada dengan segera melaporkan ke Kemenkes agar ada penanganan lebih lanjut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Satu Balita di Rote Ndao Meninggal Karena Gagal Ginjal Misterius

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tersangka dan Barang Bukti Kasus Kekerasan Seksual Diserahkan Polres Rote Ndao ke Kejaksaan

Tersangka dan Barang Bukti Kasus Kekerasan Seksual Diserahkan Polres Rote Ndao ke Kejaksaan

Wakapolres Rote Ndao Berganti

Wakapolres Rote Ndao Berganti

Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat

Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat

Hendak Melahirkan, Polisi di Rote Ndao Bantu Evakuasi IRT ke RSUD

Hendak Melahirkan, Polisi di Rote Ndao Bantu Evakuasi IRT ke RSUD

Tangkap Ikan Pakai Bahan Berbahaya, Delapan Warga Rote Ndao Diamankan Polisi

Tangkap Ikan Pakai Bahan Berbahaya, Delapan Warga Rote Ndao Diamankan Polisi

Tanggul Penahan Gelombang Roboh, Sejumlah Rumah Warga Di Rote Ndao Rusak

Tanggul Penahan Gelombang Roboh, Sejumlah Rumah Warga Di Rote Ndao Rusak

Komentar
Berita Terbaru