Warga Lembata NTT Ditemukan Tewas Penuh Darah dari Mulut
digtara.com – Antinius Dolu Lerek (60), warga Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT ditemukan tewas Senin (23/5/2022) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita. Warga Tewas Penuh Darah
Baca Juga:
Korban ditemukan dalam keadaan terlentang di atas tempat tidur dalam kamar dengan posisi kepala sampai lutut berada di atas kasur dan wajah menghadap ke atas.
Saat ditemukan, tubuh korban dalam keadaan bersimbah darah yang keluar dari mulutnya.
Baca: Ternyata Ada Dua Jenazah di Kapal Sirimau yang Kandas di Lembata
Sepupu korban, Stefanus Bala Lerek (36) yang juga warga Desa Pada, mengaku bahwa selama ini ia dan korban tinggal bersama di rumahnya selama enam bulan.
Menurut Stefanus bahwa korban datang dari kampung Watuwawer, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata dan tiba di rumahnya pada Minggu tanggal 22 Mei 2022 sekitar pukul 17.30 Wita.
Baca: Warga Kaget, Ada Semburan Air Lumpur Muncul di Desa Aulesa-Lembata
Sekitar pukul 19.00 Wita, korban pergi ke keluarganya di Kampung Pada.
Sekitar pukul 18.30 Wita, kerabat korban yang lain, Barnabas Gesi (62), warga Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata datang ke kamar Stefanus dan tidur dengan Stefanus.
Sekitar pukul 20.00 Wita korban kembali lagi ke rumahnya dan langsung masuk tidur.
Saat itu Stefanus melihat korban dalam keadaan atau kondisinya aman dan sehat seperti biasanya.
Stefanus pun tidur satu kamar dengan Barnabas Gesi. Stefanus memastikan kalau tidak ada orang lain yang datang ke rumah pada malam itu.
Baca: Nelayan di Lembata-NTT Ditemukan Istrinya Tewas Gantung Diri
Pagi harinya sekitar pukul 03.30, korban berteriak memanggil Stefanus. Setelah mendengar panggilan dari korban, Stefanus langsung bergegas bangun menghampiri korban dan melihat korban sedang duduk di teras depan rumah korban.
Pada saat Stefanus bangun dan melihat korban yang sedang duduk di teras depan rumah, Stefanus melihat pada bagian mulut korban sedang mengalir darah.
Baca: Bocah TK di Lembata-NTT Dicabuli Kakek-kakek dalam Kandang Kambing
Stefanus langsung membangunkan Barnabas Gesi dan menyuruhnya untuk pergi memanggil keluarga korban yang berada di Kampung Pada.
Ketika Barnabas Gesi pergi memanggil keluarga korban, Stefanus sendirian bersama korban.
Stefanus tidak berani untuk memegang atau memeriksa korban.
Berselang 5 menit, korban kelihatan susah bernafas dan kesakitan.
Korban pun masuk ke dalam kamar langsung tidur. Sedangkan Stefanus berdiri di luar sambil memantau korban.
Sekitar pukul 04.00 Wita, datanglah Barnabas bersama dengan keluarga korban yakni ada saudara Nimus (anak kandung korban), Sili dan Yan Bala Lerek (kakak kandung korban).
Baca: Gunung Bawah Laut Ile Werung Meletus di Lembata, PVBMG Ingatkan Potensi Tsunami
Setelah keluarga tiba di rumah korban, selanjutnya ketiga keluarga korban tersebut masuk dan memeriksa keadaan korban.
Namun saat itu korban sudah hampir putus nafas (nafas satu satu). Dan sekitar pukul 04.10 wita, korban sudah tidak bernafas lagi.
Stefanus menerangkan bahwa sesuai dengan pengamatannya secara langsung pada tubuh korban tidak terdapat luka.
Selama bergaul dengan korban, Stefanus mengaku melihat korban tidak pernah mengeluh sakit atau mempunyai penyakit tertentu.
Selama ini kurang lebih 6 bulan korban tinggal sendirian tanpa istri anak, hanya sesekali barulah anak laki-lakinya korban Nimus datang mengunjungi korban.
Barnabas Gesi mengaku saat datang menginap di rumah Stefanus, ia melihat sepeda motor milik korban Yamaha Vixion warna merah hitam terparkir di depan teras rumah.
Sedangkan pintu kamar dalam keadaan terutup dan kemungkinan korban di dalam kamar.
Barnabas dan Stefanus masih duduk bercerita hingga pukul 21.00 Wita dan keduanya kemudian tidur.
Barnabas mengaku dibangunkan Stefanus sekitar pukul 03.40 wita karena Stefanus meminta tolong untuk melihat korban.
Baca: Dipecat 3 Tahun Silam, Eks Anggota Polres Lembata Ini Gugat Kapolda NTT
Ketika Barnabas bangun dan melihat korban saat itu, Barnabas melihat korban sedang duduk di atas tempat tidur dan mengeluarkan darah dari mulut yang sangat banyak.
Selanjutnya Stefanus meminta tolong Barnabas untuk pergi memanggil keluarga korban.
Ketika keluarga korban tiba, Barnabas masuk dan melihat korban namun korban sudah dalam keadaan tertidur namun korban dalam keadaan kesakitan.
Nimus, anak kandung korban pun naik ke atas tempat tidur dan memeriksa keadaan korban.
Ia berniat untuk mencari pertolongan namun tidak lama kemudian korban sudah tidak bernafas lagi.
Keluarga korban yang lain yakni kakak kandung korban Yan Lerek dan adik kandung korban Sili masuk dan memeriksa korban, namun korban sudah tidak bernafas sehingga saudara kandung korban tersebut langsung menutup tubuh korban menggunakan sarung.
Barnabas mengaku selama ini sudah sering datang ke rumah Stefanus sehingga sudah lama mengenal baik korban karena Barnabas sering tidur bersama dengan Stefanus di kamar Stefanus.
Menurut Barnabas bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan luka ataupun tanda kekerasan lainnya.
Selama mengenal korban, Barnabas mengaku tidak tahu apakah korban memiliki penyakit bawaan atau tidak.
Anggota unit Identifikasi Polres Lembata, bersama piket fungsi, dan anggota Polsek Nubatukan, dipimpin Kasat Reskrim Iptu John M. Blegur, SH didampingi Kapolsek Nubatukan Iptu Erlan Yayat Supriyatna langsung melakukan olah TKP.
Setelah selesai olah TKP, jenazah korban dievakuasi menuju RSUD Lewoleba menggunakan mobil ambulance milik RSUD Lewoleba untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh petugas medis RSUD Lewoleba.
Kasat Reskrim Polres Lembata Iptu John Blegur, SH mengaku kalau pihaknya masih memeriksa saksi-saksi terkait kasus ini.
“Kita sudah olah TKP dan melakukan visum serta memeriksa saksi-saksi,” tandasnya, Senin (23/5/2022).
Warga Lembata NTT Ditemukan Tewas Penuh Darah dari Mulut
Petani di Amfoang Barat Daya Ditemukan Meninggal Pasca Terbawa Arus
Pelajar di Kabupaten Sikka-NTT Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik
Dihantam Gelombang Saat Memancing di Dermaga Sumba Timur-NTT, Warga Lampung Ditemukan Meninggal Dunia
Petani di Amfoang Utara-Kupang Ditemukan Tewas Terseret Arus
Warga TTU-NTT Tewas Tersengat Listrik