Nelayan di Lembata-NTT Ditemukan Istrinya Tewas Gantung Diri
digtara.com – Antonius Lalu (30), seorang nelayan di Kabupaten Lembata, NTT ditemukan tewas akibat gantung diri, Kamis (31/3/2022) petang. Nelayan Lembata-NTT Tewas
Baca Juga:
Korban ditemukan dalam kamar rumahnya di Dusun Kewela, Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.
Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya Anastasia Barenk (35), yang baru pulang dari tempat kerja di PT Mutiara, Kabupaten Lembata.
Baca: Nelayan Rote Ndao Pencari Teripang Berhasil Ditemukan Dekat Perbatasan Australia, Begini Kondisinya
Anastasia sendiri sudah keluar dari rumah sejak pukul 06.00 Wita untuk bekerja di PT Cendana Indo Pearls.
Pada saat Anastasia meninggalkan rumah, korban sendirian dirumah karena kedua anak mereka berada di rumah nenek.
Baca: Perahu Dihantam Ombak saat Melaut, Nelayan di Sumba Timur Hilang
Sekitar pukul 16.30 Wita, Anastasia pulang ke rumah dari tempat kerja dan saat tiba dirumah, Anastasia melihat rumah dalam keadaan sepi.
Anastasia melihat pintu depan rumah dalam tertutup namun tidak terkunci. Sedangkan pintu belakang dalam keadaan terbuka.
Kemudian Anastasia masuk kedalam rumah melalui pintu belakang dan langsung menuju ke kamar tidur.
Ia melihat korban berada di lantai dengan posisi tertelungkup, wajah menghadap ke lantai dan posisi kaki sebelah tertekuk.
Melihat posisi korban seperti itu, Anastasia awalnya menduga kalau korban sedang tertidur.
Namun ia kaget melihat ada seutas tali terikat di leher korban.
Baca: Ledakan Bom Ikan di Sibolga, 2 Nelayan Jadi Tersangka Perakit Bom
Anastasia pun langsung lari ke luar dan berteriak memanggil Kristoforus Lalung (tetangga korban).
Kristoforus Lalung pun dan Anastasia meminta tolong agar Kristoforus masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan korban.
Kristoforus Lalung kemudian memanggil istrinya Dominika Seran untuk sama-sama melihat kedaan korban dan menyampaikan kejadian tersebut kepada para tetangga.
Kristoforus mengaku melihat korban berada di lantai dengan posisi tertelungkup, wajah menghadap ke lantai dengan seutas tali nilon warna biru ukuran 2 mili terikat di leher korban, dan juga ujung lain terikat di atas kayu palang kuda-kuda rumah.
Tali yang dilihat dalam keadaan putus tidak beraturan.
Setelah melihat kondisi/keadaan korban, ia pun langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada istri nya dan juga warga sekitar tempat tinggal rumah korban.
Anak kandung korban, Kresensia Anggunia Seran (9), mengaku kalau sekitar pukul 13.00 Wita, ia melihat korban sedang tidur di dalam kamar. Kresensia pun pergi ke rumah nenek.
Sekitar pukul 14.30 wita, ia kembali ke rumah dan melihat korban masih dalam keadaan tertidur di kamar, sehingga ia pergi ke rumah temannya, Serly untuk bermain bersama.
Ia kaget mendapat kabar dari Kristoforus Lalung yang meminta nya segera ke rumah dan saat tiba di rumah ia melihat ayahnya tergeletak di lantai kamar.
KBO Reskrim Polres Lembata, Ipda Edi Sofian, SH, Kanit Pidum Ipda Frans Ola Peka, Pa Siaga I, Aipda Dedi Bani, KSPKT I, Aipda Irfandi bersama piket Reskrim dan Intelkam Polres Lembata ke lokasi kejadian di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.
Baca: Nelayan Alor yang Hilang Jelang Natal Sempat Dilarang Istri Melaut
Tim Polres Lembata melakukan olah TKP dan pengumpulan informasi dari beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut.
Kapolres Lembata, AKBP Dwi Handono Prasanto, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Jhon Blegur SH yang dikonfirmasi Jumat (1/4/2022) mengatakan kalau saat ditemukan korban menggunakan baju warna putih dan celana pendek warna biru.
“Terdapat seutas tali nilon warna biru dengan ukuran 2 mili di leher korban dan kuda-kuda rumah korban,” ujarnya.
Saat ditemukan, korban berada di lantai kamar dalam keadaan tertelungkup dengan posisi wajah menghadap ke lantai.
Korban dan istrinya pun diketahui tidak pernah mempunyai masalah rumah tangga maupun persoalan dengan masyarakat sekitar.
Kondisi/keadaan kesehatan korban selama hidup juga dalam keadaan sehat dan jarang mengalami sakit.
“Sesuai pengakuan istri kalau korban juga tidak pernah menceritakan kepada istrinya terkait persoalan pribadi dengan orang lain,” tambah Kasat Reskrim.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Hadakewa untuk dilakukan visum oleh dokter Puskesmas Hadakewa.
Hasil Visum dari dokter yang menangani korban ditemukan luka pada lutut kanan, luka pada kaki kiri, luka lecet pada pangkal paha.
“Terdapat bercak darah pada pipi kiri dan ada tali warna biru terikat pada leher dengan diameter ikatan 24 centimeter,” tambah mantan Kasiwas Polres Kupang Kota ini.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah dan membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan otopsi maupun upaya hukum lanjutan.
“Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban dipastikan meninggal karena gantung diri,” ujar Kasat.
Nelayan di Lembata-NTT Ditemukan Istrinya Tewas Gantung Diri
Pohon Tumbang di Belu, Dua Rumah Warga Terdampak
Nelayan Pelaku Kasus Cabul Anak Dibawah Umur di Kupang Diserahkan ke Kejaksaan
Petani di Amfoang Barat Daya Ditemukan Meninggal Pasca Terbawa Arus
Lagi, Korban Tenggelam Saat Nonton Kapal Kandas di Sumba Barat Daya Ditemukan
Berkas Perkara Penyelundupan Manusia P21, Tersangka WNA Bangladesh Dilimpahkan ke Kejaksaan