Tak Temui Kesepakatan, Puluhan Warga Kuta Gajah Menginap di Gedung DPRD Langkat
digtara.com – Puluhan warga Dusun Mbacang, Desa Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru melakukan aksi menginap di gedung DPRD Langkat, Selasa (15/2/22) malam.
Baca Juga:
- Koalisi Aktivis Sumut Kepung Kejati, Minta Dugaan Penyimpangan Dana Pokir DPRD Langkat Diusut Tuntas
- Camat Sei Bingai Enggan Dikonfirmasi Terkait Kembali Beroperasinya THM Blue Night: Diduga Tak Jalankan Pengawasan
- Tinjau Lokasi Pengungsian Langkat, Prabowo Pastikan Terus Pantau Pemulihan Bencana di Sumut
Mereka menggelar aksi tersebut setelah tak menemui kesepakatan dengan PT Thong Langkat Energi (TLE) terkait ganti rugi lahan dan tanaman yang terendam air akibat bendungan PLTM.
Aksi warga didominasi kaum ibu.
Ketua HMKI Langkat, Meidi Kembaren mengatakan, aksi warga ini didasari atas keinginan mereka.
Sebab dalam pertemuan dengan pihak PT. Thong Langkat Energi di DPRD, tidak ada kata sepakat dalam masalah pembayaran dan besaran ganti rugi yang akan diterima warga petani.
“Sepanjang keinginan warga Desa Kuta Gajah tak terpenuhi oleh pihak PT. TLE, maka kami akan tetap melakukan aksi serupa di hari berikutnya, hingga tuntutan kami dipenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Malem Pagi Pelawi (45) warga Dusun X Mbacang, Desa Kuta Gajah, Kecamatan Kutambaru meminta, agar PT. TLE dan wakil rakyat memperhatikan nasib mereka. Dia menyampaikan keluhan warga lainnya, yang terdampak dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
“Kami menuntut hak kami demi kehidupan yang layak. Kami juga ingin menyekolahkan anak kami dengan baik. Dari hasil lahan itulah kami menggantungkan kelangsungan hidup kami. Kalau lahan kami diganti dengan nilai yang sesuai, kami bisa membeli lahan di daerah lain untuk bercocok tanam. Tolong dengar keluhan kami ini pak dewan,†tegas Malem.
Sebelum adanya kesepakatan, lanjut Malem, pihak perusahaan tetap memaksakan diri membuat bendungan. “Untuk biaya anak sekolah dan makan kami sudah minjam-minjam. Untuk mandi dan minum kami sudah tak punya sumber air bersih. Mata air bersih kami sudah terendam banjir. Sampai detik ini, nasib kami tidak diperhatikan,†tutup Malem.
Koalisi Aktivis Sumut Kepung Kejati, Minta Dugaan Penyimpangan Dana Pokir DPRD Langkat Diusut Tuntas
Camat Sei Bingai Enggan Dikonfirmasi Terkait Kembali Beroperasinya THM Blue Night: Diduga Tak Jalankan Pengawasan
Tinjau Lokasi Pengungsian Langkat, Prabowo Pastikan Terus Pantau Pemulihan Bencana di Sumut
Tinjau Pengungsi Banjir di Langkat, Prabowo Tegaskan Negara Hadir: Kami Tak Akan Tinggalkan Kalian Sendiri
Gubernur Bobby dan Bupati Syah Afandin Bergerak Cepat: Pastikan Akses Tiga Kecamatan Segera Pulih