Ini Dia 3 Bahaya Pangan yang Harus Diwaspadai
digtara.com | MEDAN – Bagi kita yang memiliki keluarga di mana keamanan pangan sangat penting untuk menjamin mutu makanan yang kita konsumsi tetap terjaga. Keamanan pangan tak hanya menyangkut soal proses pengolahan tapi juga penyimpanannya.
Baca Juga:
- Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
- Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Minta Pelayanan Kesehatan Bagi Jemaah Indonesia Semakin Optimal
- Perkuat Kerja Sama Kesehatan Haji RI–Saudi German Hospital di Madinah, Untuk Pelayanan Jemaah Haji dan Umrah di Tanah Suci
Direktur Southeast Asia Food & Agricultural, Science & Technology Center IPB Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan mengatakan, ada tiga bahaya dalam pangan, yaitu bahaya mikroba, kimia, dan fisik.
“Contoh mikroba bisa virus atau bakteri, terutama bakteri yang paling banyak. Virus tidak terlalu tahan panas dan mudah mati, kalau mikroba bisa tahan panas,” ujar Nuri dalam acara Don’t Let Good Food Go Bad di kawasan Kemang, Jakarta.
Untuk bahaya kimia kebanyakan masalahnya tidak muncul secara instan seperti pada mikroba. Tapi efeknya kronis, yaitu efek akumulasi di mana sakit muncul di kemudian hari.
Misalnya, pestisida. Karena itu, residu pestisida yang digunakan dalam proses penanaman dianjurkan untuk dikurangi. Begitu juga dengan hewan ternak yang menggunakan antibiotik.
Bahaya kimia lain adalah logam berat yang terdapat di tanah. Industri bahan pangan, terutama dari pertanian selalu mengandung logam berat yang kadarnya rendah sampai tinggi. Selain itu, ada juga bahaya pewarna kimia seperti rodamin B yang digunakan dalam kerupuk, serta formalin dan boraks.[WIN]
Menhaj Evaluasi KKHI Madinah, Siapkan Transformasi Layanan Kesehatan Haji yang Lebih Efektif
Kunjungi Saudi German Hospital Madinah, Menhaj Minta Pelayanan Kesehatan Bagi Jemaah Indonesia Semakin Optimal
Perkuat Kerja Sama Kesehatan Haji RI–Saudi German Hospital di Madinah, Untuk Pelayanan Jemaah Haji dan Umrah di Tanah Suci
Jelang Khutbah Wukuf, Pelayanan Kesehatan di Tenda Terus Beroperasi, Ispa yang Banyak Jadi Keluhan
Pastikan Pelayanan Kesehatan Haji 2026, Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah