Jumat, 23 Februari 2024

Pilu si Kecil Arjuna Yang Lahir dengan Usus Terburai

Redaksi - Kamis, 25 Juli 2019 02:00 WIB
Pilu si Kecil Arjuna Yang Lahir dengan Usus Terburai

digtara.com | MEDAN – Waktu Magrib baru saja usai saat digtara mendatangi tempat tinggal pasangan Gunawan Syahputra (30) dan Imelia (18), di Gang Muslimin, Jalan Denai, Kecamatan Medan Deli, Sumatra Utara, Rabu 24 Juli 2019 kemarin.

Baca Juga:

Kedua pasangan yang baru menikah satu tahun itu masih tinggal menumpang di rumah orang tua Gunawan. Salah satu dari deretan rumah-rumah kecil di kanan kiri gang. Rumah yang mereka tempati terlihat tak lagi memiliki ruang agak longgar pada bagian depan karena disesaki perabot usang dan barang-barang jajanan anak-anak.

Di ruang depan itulah tempat Imelia berbaring berhimpitan dengan barang-barang karena rumah hanya memiliki satu kamar tidur. Namun ia lebih sering duduk termenung menatap dinding semi permanen rumahnya yang berwarna hijau pudar.

Sebelum menikah, Gunawan si pria yang berperawakan kurus itu tidak memiliki pekerjaan tetap. Namun setelah menikah, ia memilih berjualan bakso bakar keliling untuk menafkahi Imelia.

“Dalam sehari, paling saya dapat untung Rp30 ribu kotor, bang. Makanya sehari-hari kami makan seadanya, hampir tiap hari kami makan indomi,” ungkapnya lirih.

Bahkan ketika Imelia tengah mengandung, asupan makanan juga seperti biasa. Gunawan berujar ia sering tidak tega melihat istrinya tak mendapat gizi yang lebih baik saat hamil. Namun apa mau dikata, ia tidak memiliki uang untuk membeli susu, vitamin atau suplemen ibu hamil lainnya, apalagi memeriksakan sang istri ke dokter kandungan.

Dengan pandangan nanar ia mengatakan tidak menyangka bila kemudian anaknya terlahir dengan kondisi yang tidak biasa. Usus terburai dan kekurangan gizi diyakini dokter menjadi salah satu penyebabnya.

Minggu 21Juli 2019 pagi kemarin, si kecil yang kemudian mereka beri nama Arjuna Adipati, lahir di salah satu klinik di daerah Tembung, Deliserdang. Namun kelahiran si bayi tidak seperti yang diharapkan setiap pasangan, bahkan membuat nyeri siapapun yang menyaksikannya. Si kecil Arjuna terlahir dengan usus terburai.

Dokter yang menangani proses kelahiran kemudian mendesak Gunawan untuk segera membawa anaknya ke Rumah Sakit Adam Malik. Gunawan pun menjalankannya. Hingga kemudian pada Minggu malam Arjuna sudah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit milik pemerintah pusat itu.

Setelah melahirkan, sang ibu sudah kembali ke rumah dalam kondisi cukup baik. Namun sejauh ini ia tidak mengetahui apa yang dialami buah hatinya. Gunawan sendiri yang meminta kepada siapapun untuk tidak memberitahukan kondisi Arjuna kepada istrinya.

“Kasihan dia kalau tahu anak kami lahir dengan kondisi seperti itu, saya khawatir jadi pikiran dia dan pendarahan,” ujar Gunawan.

Gunawan (ocep/digtara)

Yusni, ibu Gunawan menuturkan, setelah melahirkan, Imelia selalu menanyakan di mana anaknya dan mengapa ia tidak dibolehkan melihat anaknya. Yusni meyakini Imelia sudah curiga ada sesuatu yang terjadi pada anaknya.

Namun mereka dan para kerabat lain berulang kali mengatakan kepada Imelia bahwa anaknya dalam kondisi baik. Arjuna hanya mengalami sedikit masalah pada usus dan akan segera dioperasi, begitu penjelasan mereka.

Masalah lain yang tak kalah pelik pun tengah dihadapi Gunawan. Biaya rumah sakit. Sejak Arjuna dirawat di RS Adam Malik, dia mengaku sudah beberapa kali menandatangani blanko tindakan medis dan pemberian obat dengan angka yang tidak sedikit.

“Cek darah sudah dua kali dan seingat saya sekali cek darah, biaya yang tercantum sampai Rp1,5 juta. Terus dua kali obat, satu kali obat Rp500 ribu,” terangnya.

Mengapa tidak menggunakan perlindungan BPJS Kesehatan? Gunawan pun mengungkapkan penyesalannya. Ia menyesal selama ini tidak mengikuti kepesertaan BPJS. Bahkan dokumen-dokumen kependudukan pun selama ini belum diurusnya.

Ini juga yang menjadi masalah berarti dalam pengurusan BPJS Kesehatan bagi Arjuna sehingga sampai sekarang belum selesai. Kekurangan kelengkapan persyaratan administrasi. Padahal, mereka hanya memiliki tenggat waktu selama tiga hari untuk mengurusnya.

Rumah sederhana itu seharusnya sudah semarak dengan suara tangis bayi, tetapi yang ada hanya kesunyian. Si kecil Arjuna Adipati pasti selalu merasa kesakitan sendirian di ruang perawatan, menunggu kapan isi perutnya normal seperti selazimnya.

Dan Gunawan, masih berupaya dan berharap semoga “keajaiban” itu datang untuk putra pertamanya. Dalam kesunyian, Imelia pun tampak sedang berdoa dan sangat menanti buah hatinya kembali.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru