MPR Dukung Kampung Haji Indonesia, Jemaah Dinilai Lebih Tenang dan Aman Beribadah di Mekah
digtara.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekah, Arab Saudi. Menurutnya, keberadaan Kampung Haji dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan psikologis bagi jemaah haji asal Indonesia.
Baca Juga:
- Irjen Kemenhaj Dendi Minta Petugas Haji Disiplin dan Jaga Kekompakan, Jangan Sampai Menerima Honor Lalu Menghilang
- Diklat PPIH 2026 Mau Berakhir, Tak Ada Perlakuan Istimewa Kepada Peserta
- Puncak Armuzna 2026 Agar Berjalan Efektif dan Maksimal, Petugas yang Sudah Berhaji Langsung Diberangkatkan ke Mina
"Dengan Kampung Haji, jemaah berada dalam satu kawasan. Ini menciptakan rasa aman dan nyaman secara psikologis karena mereka tidak khawatir tersesat," ujar Hidayat dalam keterangan tertulis, Jumat (19/12/2025).
Ia mengungkapkan, kasus jemaah tersesat saat kembali ke pemondokan kerap terjadi pada musim haji sebelumnya akibat jarak penginapan yang berjauhan. Konsep kawasan terpadu Kampung Haji diyakini dapat menekan risiko tersebut.
Baca Juga:Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Jemaah
Selain faktor kenyamanan, Hidayat menilai Kampung Haji juga berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jemaah. Ia menyoroti tingginya angka wafat jemaah Indonesia di Mekah pada beberapa musim haji terdahulu, yang salah satunya dipicu keterlambatan penanganan medis akibat jauhnya jarak ke rumah sakit.
"Jika pemondokan terintegrasi dengan fasilitas kesehatan dan rumah sakit, penanganan jemaah yang sakit bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," jelasnya.
Dinilai Efisien dan Tekan Biaya Haji
Dari sisi pembiayaan, Hidayat menilai Kampung Haji berpotensi menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji tanpa mengurangi kualitas layanan. Efisiensi tersebut dapat dicapai melalui skema sewa jangka panjang atau multiyears, menggantikan pola sewa tahunan yang selama ini diterapkan.
Baca Juga:"Dengan sistem multiyears, biaya bisa ditekan secara signifikan dan manfaatnya langsung dirasakan oleh jemaah," katanya.
Ia juga menekankan bahwa Kampung Haji tidak hanya dimanfaatkan saat musim haji yang berlangsung sekitar tiga bulan, tetapi juga dapat digunakan untuk melayani jemaah umrah Indonesia di luar musim haji.
Irjen Kemenhaj Dendi Minta Petugas Haji Disiplin dan Jaga Kekompakan, Jangan Sampai Menerima Honor Lalu Menghilang
Diklat PPIH 2026 Mau Berakhir, Tak Ada Perlakuan Istimewa Kepada Peserta
Puncak Armuzna 2026 Agar Berjalan Efektif dan Maksimal, Petugas yang Sudah Berhaji Langsung Diberangkatkan ke Mina
Muncul Kekhawatiran Haji Khusus Tak Berangkat, Kemenhaj Pastikan Proses Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Saudi
Rinto Subekti Sosialisasikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Pembangunan Daerah