Bursa Saham Asia ‘Menungkik’ Tajam
digtara.com | TOKYO -Dalam sepekan mengawali perdagangan Rabu (9/10/2019) pagi ini bursa saham Asia turun tajam. Seiring berkembangnya sengketa perdagangan Amerika Serikat (AS)-China.
Baca Juga:
Melansir Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3%. Nikkei Jepang turun 0,81% dan saham Australia turun 0,92%.
Sementara, imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun turun dan kurva menanjak setelah Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell mengisyaratkan penurunan lebih lanjut suku bunga.
Di sisi lain, harga minyak turun di Asia karena pembatasan visa AS terhadap pejabat China dan penambahan lebih banyak perusahaan China ke daftar hitam perdagangan.
Baca Juga: Wall Street jatuh gara-gara kebijakan pembatasan visa jelang perundingan AS-China
Situasi ini kian membebani harapan yang sudah tipis terhadap perundingan antara AS-China pekan ini bakal berakhir pada sebuah kesepakatan.
“Kami kehilangan kepercayaan terhadap ekonomi AS Ada lebih banyak ketidakpastian tentang ke mana arah Fed sebenarnya,” Kiyoshi Ishigane, kepala fund manager Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co dilansir di Reuters.
Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis