Rupiah Makin Perkasa, IHSG Justru Ditutup Turun ke Level 6.231
digtara.com | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di teritori negatif pada perdagangan hari ini, Jumat (20/9/2019).
Baca Juga:
IHSG ditutup di level 6.231,47 dengan pelemahan 0,21 persen atau 13 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis 19 September 2019 kemarin, indeks berakhir di level 6.244,47 dengan koreksi 0,51 persen.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 1,42 persen dan 0,66 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG. Pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia dianggap belum memberikan dampak positif pada pergerakan IHSG.
Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah berhasil memperpanjang penguatannya sebesar 5 poin atau 0,04 persen dan berakhir di level Rp14.055 per dolar AS, apresiasi hari ketiga berturut-turut.
Menurut Fitch Solutions, BI dapat lebih lanjut menurunkan suku bunga acuannya sebesar total 75 basis poin menjadi 4,5 persen sebelum akhir 2020 guna mendukung pertumbuhan.
Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan rupiah berhasil bereaksi positif terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.
Pemangkasan tersebut dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global sehingga menjadi katalis positif rupiah.
Senada, Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa dalam perdagangan hari ini Rupiah sempat melemah ke level Rp14.099 per dolar AS akibat greenback yang bergerak menguat meski The Fed telah memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.
Analis MNC Sekuritas Muhamad Rudy Setiawan menjelaskan pemangkasan suku bunga yang dilakukan Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang diikuti oleh Bank Indonesia (BI) pada Kamis 19 September 2019 kemarin memang tak akan secara langsung berdampak ke pasar saham.
“Harus tetap melihat dari perkembangan industri yang terjadi pada sisa akhir tahun ini, sampai dengan semester I/2020,†kata Rudy seperti dilansir Bisnis.
Pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang diikuti oleh Bank Indonesia (BI) lebih dipandang sebagai langkah untuk mencegah ancaman risiko resesi global sebagai akibat dari perang dagang AS-China. Penurunan suku bunga tersebut juga telah diantisipasi dan sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.
Harga minyak mentah diperkirakan melonjak lebih dari 7 persen sepanjang pekan ini, didorong oleh kembali meningkatnya tensi di Timur Tengah. Angka tersebut sekaligus menjadi pertumbuhan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Harga minyak melanjutkan kenaikan setelah muncul ketegangan baru di Timur Tengah, usai pusat pasokan minyak utama Arab Saudi mengalami serangan pada pekan lalu.
Kondisi ini terjadi selepas koalisi pimpinan Arab Saudi meluncurkan operasi militer di utara kota pelabuhan Yaman, Hodeidah. Adapun AS bekerja sama dengan negara-negara Timur Tengah dan Eropa untuk membangun koalisi mencegah ancaman Iran, selepas serangan Arab Saudi.
Sementara itu, harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau naik tipis 1,50 poin atau 0,1 persen ke level US$1.507,70 per troy ounce pukul 19.19 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di level 1.505,30 – 1.514,30.
Pada saat yang sama, indeks dolar AS yang melacak pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, terpantau menguat 0,165 poin atau 0,17 persen ke posisi 98,437.
Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta mampu naik Rp4.000 menjadi Rp756.000 per gram. Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas Antam naik Rp5.000 menjadi Rp680.000 per gram.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur