Rupiah Spot ‘Loyo’ Parkir di Level Rp14.085/U$D
Digtara.com | JAKARTA – Pagi ini, kurs rupiah kembali melemah. Jumat (20/9/2019) pukul 8.09 WIB efek pemangkasan suku bunga acuan terhadap penguatan rupiah hanya berlangsung sehari. Kurs rupiah spot melemah 0,18% ke Rp 14.085 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Pada perdagangan kemarin, kurs rupiah spot menguat tipis ke Rp 14.060 per dolar AS ketimbang hari sebelumnya Rp 14.067 per dolar AS setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan penurunan suku bunga acuan di bulan ketiga berturut-turut.
Sepekan terakhir, rupiah melemah 0,84%. Ini adalah pelemahan mingguan pertama setelah rupiah menguat dalam empat pekan berturut-turut.
Menurut Asean economist HSBC Hong Kong, Joseph Incalcaterra mengatakan dampak pemangkasan suku bunga terhadap rupiah tipis karena langkah Bank Indonesia ini sudah diprediksikan sebelumnya.
“Tapi, BI meluncurkan stimulus moneter dan pelonggaran makro-prudensial. Ini menunjukkan upaya untuk mempercepat transmisi pemangkasan suku bunga ke penyaluran kredit bank dan mencerminkan kekhawatiran bank sentral terhadap pertumbuhan,” paparnya.
Pergerakan tipis tampak pada pasar mata uang Asia. Selain rupiah, pelemahan juga terjadi pada peso, dolar Taiwan dan dolar Hong Kong. Sementara mata uang ringgit, yuan, yen, baht, dolar Singapura, dan won menguat terhadap the greenback.
Di sisi lain, indeks dolar menguat setelah kemarin terkoreksi. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini berada di 98,29. Dalam sepekan, posisi indeks dolar ini cenderung stabil di sekitar level tersebut.(bloomberg)
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS