Harga Minyak Global Terkoreksi Tipis
Digtara.com | JAKARTA – Perdagangan Kamis (5/9/2019) pukul 7.04 WIB Harga minyak terkoreksi tipis setelah kemarin menguat. Di mana harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober 2019 di New York Mercantile Exchange turun 0,43% ke US$56,02 per barel dari harga kemarin US$ 56,26 per barel.
Baca Juga:
Sementara, harga minyak brent untuk pengiriman November 2019 di ICE Futures pun turun tipis ke US$ 60,55 per barel dari harga kemarin US$ 60,70%. Koreksi tipis ini terjadi setelah kemarin harga minyak melonjak.
Namun, Harga minyak brent kemarin melonjak 4,19%. Harga minyak WTI pun melonjak 4,40% ketimbang hari sebelumnya yang masih berada di level US$ 53,94 per barel. Lonjakan harga minyak ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) memperberat sanksi Iran.
Sedangkan, AS memberikan sanksi pada jaringan pelayaran yang Iran. AS mengatakan bahwa jaringan perkapalan ini membantu mengirimnkan minyak bernilai ratusan juta dolar AS ke Hezbollah, rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan pelaku lainnya.
Berdasarkan data Bloomberg yang mengutip The Financial Times melaporkan bahwa Brian Hook, pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS mengirimkan pesan ke kapten kapal tanker yang dicurigai membawa minyak Iran. Dia menawarkan jutaan dolar AS untuk melayarkan kapal ke negara yang akan menyita kapal ini atas nama AS.
Pagi ini, harga minyak terkoreksi tipis setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa stok minyak mentah AS naik 401.000 barel pada pekan lalu.
“Harga minyak masih fokus pada perang dagang dan semakin lama kita tidak melihat jadwal pertemuan tatap muka kedua negara, makin besar kemungkinan harga akan menguji level terendah tahun ini,” kata Edward Moya, senior market analyst OANDA dalam laporan yang dikutip Reuters.
Selasa lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan lebih tegas terhadap China pada periode kepemimpinan kedua jika pembicaraan dagang terus tertunda.
“Harga minyak masih tertekan karena produksi minyak OPEC, Rusia, dan AS naik pada bulan lalu. Kenaikan ini terjadi ketika permintaan tidak pasti di tengah pesimisme perang dagang,” kata Ole Hansen, commodity strategist Saxo Bank.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur