Bursa Asia Bergerak Mixed di Pasar Spot
Digtara.com | JAKARTA – Pada Senin (2/9). Pukul 8.29 WIB pagi ini Bursa Asia bergerak mixed dengan kencenderungan melemah. Di mana indeks Nikkei 225 turun 0,33% ke 20.636.
Baca Juga:
Sementara, Indeks Hang Seng terterus 0,56% ke 25.573. Kospi turun 0,11% ke 1.965. Sedangkan Straits Times turun 0,51% ke 3.090. Hanya indeks Taiex yang masih menguat tipis 0,03% ke 10.621 pada pagi ini.
Di mana penurunan bursa Asia ini terjadi setelah kemarin Amerika Serikat (AS) dan China mulai mengenakan tarif impor baru bagi lawan perdagangannya.
Sedangkan, AS memberlakukan tarif 15% untuk berbagai barang dari China pada hari Minggu (1/9), termasuk alas kaki, jam tangan pintar, dan televisi layar datar. Sementara China memberlakukan bea masuk pada minyak mentah AS.
Berbagai studi menunjukkan bahwa tarif akan membebani rumah tangga AS hingga US$ 1.000 per tahun. Pengenaan tarif impor terbaru ini pun akan memengaruhi sejumlah besar barang konsumen AS.
Sebagai pembalasan, China mulai mengenakan tarif tambahan pada beberapa barang AS di daftar target US$ 75 miliar. China tidak merinci nilai barang yang menghadapi tarif lebih tinggi dari hari Minggu.
Tarif tambahan sebesar 5% dan 10% dikenakan pada 1.717 item dari total 5.078 produk yang berasal dari AS. Pada 15 Desember, China akan memulai memungut tarif tambahan pada produk yang belum terkena tarif sekarang.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menaikkan tarif yang sudah ada sekarang dan merencanakan kenaikan sebesar 5% atas seluruh impor dari China sekitar US$ 550 miliar. Pengumuman ini meluncur setelah China mengumumkan tarif balasan. Tarif masuk 15% akan berlaku untuk produk seperti telepon seluler, laptop, mainan, dan pakaian pada 15 Desember.
Banyak pelaku pasar mengatakan, reaksi pasar kemungkinan besar akan berlebihan dengan harga yang digerakkan oleh algoritma. Sementara perdagangan akan cenderung tipis pada hari ini. Likuiditas menjadi lebih terbatas dari biasanya karena hari libur pasar AS pada hari Senin.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi