Bursa Bergerak Sideway, Investor Diajak Lirik Saham JII
digtara.com | MEDAN – Saham-saham di bursa efek Indonesia cenderung bergerak sideway dalam sepekan terakhir. Kondisi itu salah satunya didorong oleh aktifitas para investor yang cenderung menunggu momentum di tengah tingginya ketidakpastian pasar akibat perang dagang Amerika Serikat dan China.
Baca Juga:
Seperti yang terjadi hari ini, frekuensi perdagangan yang terjadi hanya sebanyak 466.535 kali transaksi dengan nilai transaksi hanya sebesar 8,1 Triliun. Hal ini juga menunjukkan bahwa transaksi lebih di dominasi oleh saham-saham second linear dibandingkan saham-saham bluechip.
Pengamat Pasar Modal, Gunawan Benjamin menyebutkan, di tengah situasi yang belum stabil ini investor dapat melirik saham-saham yang termasuk dalam Jakarta Islamic Index (JII). Hal itu didasari adanya sistem screening pada saham yang termasuk dalam golongan JII, yang dapat mempermudah investor dalam memilah saham yang tepat dan lebih aman.
Pasalnya ditengah situasi ekonomi yang kurang kondusif menyebabkan para spekulan lebih aktif dalam menaikkan dan menurunkan harga saham dengan memanfaatkan berita-berita yang beredar di pasaran.
“Adanya saham yang tergolong saham JII menjadi solusi investor dalam memilah 30 saham dengan fundamental yang baik dengan varian harga yang bisa disesuaikan. Serta tidak lupa dikombinaksian dengan analisis teknikal untuk melihat waktu yang tepat bagi investor dalam menetukan target keuntungan,”sebut Gunawan, Kamis (29/8/2019).
Diantara 30 saham yang bisa dijadikan pilihan investasi ialah saham UNTR. Saat ini sahamnya sedang turun 1,07% di harga Rp.20.675 dan valuasinya masih tergolong murah jika kita bandingkan dengan kuartal yang sama beberapa tahun sebelumnya. Saat ini fundamental PER masih sangat bagus diaman PER sebanyak 6,8 serta kinerja UNTR Semester I 2019 juga menghasilkan laba sebesar Rp.5,57 Triliun atau naik 1,82% dibandingkan tahun lalu.
Selain UNTR, saham ERAA juga masih tergolong layak dikoleksi dimana saham ERAA memiliki PER sebanyak 23,09 kali. Pekan lalu kejatuhan saham ERAA yang tanpa sebab yang pasti membuat saham ini sangat layak dikoleksi.
“Prospek saham ERAA yang terus bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi atau Internet of Things (lOT) mendorong inovasi produk yang sesuai dengan gaya hidup dan kecanggihan teknologi dimasa kini,”tukasnya.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur