Wall Street Tergelincir di Pasar Spot
Digtara.com | NEW YORK – Pada akhir perdagangan Selasa (27/8/2019) Wall Street ditutup koreksi dipicu oleh turunnya saham-saham sektor keuangan sebagai akibat inversi yield US Treasury yang timbul dari meningkatnya ketidakpastian negosiasi perdagangan Amerika Serikat dengan China.
Baca Juga:
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 120,93 poin atau 0,47% ke 25.777,90, S&P 500 terkoreksi 9,22 poin atau 0,32% ke 2.869,16 dan Nasdaq Composite turun 26,79 poin atau 0,34% ke level 7.826,95.
Koreksi Wall Street dipicu oleh pendalaman inversi kurva yield US Treasury bertenor 2 tahun-10 tahun yang menandakan kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi global.
Semula, pada awal pekan ini pasar saham AS menguat karena sentimen positif dari pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang putaran negosiasi perdagangan yang kemungkinan akan menemui kesepakatan. Namun, Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (27/8) menegaskan bahwa mereka belum menerima panggilan telepon tentang perundingan dagang.
“Ini akan sangat membingungkan dan sayangnya, tanpa semacam kemunduran besar dalam perundingan dagang. Ekonomi akan menderita,” kata Jack Ablin, Kepala investasi Cresset Capital Management Chicago seperti dikutip Reuters.
S&P 500 telah kehilangan hampir 4% pada Agustus di tengah kekhawatiran atas dampak meningkatnya efek perang dagang AS-China yang akan memperlambat ekonomi global dan kinerja perusahaan, dan ketidakpastian pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi