Analis: Sentimen Perang Dagang Masih Setir IHSG
Digtara.com | JAKARTA – Di awal minggu ini, Senin (26/8) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah, IHSG turun 0,66% ke 6.214,51. Penurunan ini diikuti aksi jual asing dengan nilai jual bersih Rp 904,49 miliar.
Baca Juga:
Menurut Analis Indo Premier Sekuritas Mino mengatakan, sentimen perang dagang kembali memanas pasca China membalas kebijakan AS terkait tarif tambahan barang China.
Hal senada dikatakan Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menambahkan, memanasnya perang dagang antara AS dan China justru menguntungkan bagi emiten produsen CPO. Kemarin, saham LSIP misalnya, berhasil naik 5,06%.
“Permintaan CPO dari China meningkat imbas dari perang dagang dimana China membatasi impor bahan-bahan pertanian dari AS seperti minyak kedelai dan menggantinya dengan CPO,” katanya.
Di akhir perdagangan ada pernyataan Presiden AS Donald Trump menyatakaan China bersedia melanjutkan pembicaraan perdagangan guna mengurangi ketegangan yang mengguncang pasar saham secara global.
Karena itu, Lanjar memperkirakan, hari ini IHSG akan kembali menguat di 6.200-6.327. Sedangkan, Mino memperkirakan, IHSG masih akan melanjutkan koreksi dengan kisaran pergerakan 6.170-6.255.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi