Pagi Ini, IHSG Kehilangan Arah
Digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencari arah. Rabu (21/8) pukul 9.05 WIB, IHSG naik tipis 0,09% ke 6.300.
Baca Juga:
Ada 7 sektor menyokong kenaikan IHSG pada pagi ini. Sektor perdagangan dan jasa mencatat kenaikan terbesar, yakni 0,33%. Sektor perkebunan pun menguat 0,31%. Sektor keuangan menanjak 0,28% dan sektor tambang naik 0,22%.
Sedangkan, sektor properti dan konstruksi turun 0,12%. Sektor barang konsumen pun melemah 0,05%. Sementara sektor manufaktur turun 0,02%.
Berikut top gainers LQ45 pagi ini:
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 1,22%
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) 0,85%
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 0,65%
Top losers LQ45 terdiri dari:
PT PP Tbk (PTPP) -1,22%
PT United Tractors Tbk (UNTR) -1,46%
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 1%
Investor asing mencatat net sell Rp 2,62 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan net sell terbesar adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 2,7 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 1,9 miliar, dan UNTR Rp 1,6 miliar.
Saham-saham dengan net buy terbesar asing adalah BBRI Rp 11,3 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 1,9 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 1,4 miliar.
Menurut Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximimilianus Nico Demus memperkirakan, IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 6.266-6.310. Nico menilai, harga crude palm oil (CPO) yang menguat signifikan sejak awal Juli menimbulkan optimisme pada industri CPO dalam negeri. Akan tetapi, karena pasar global masih tak stabil yang menyebabkan pelaku pasar dan investor masih menunggu.[win]
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia