Senin, 04 Maret 2024

IHSG Terkoreksi, Rupiah Menguat Tipis

- Selasa, 16 Juli 2019 09:30 WIB
IHSG Terkoreksi, Rupiah Menguat Tipis

digtara.com | MEDAN – Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan hari ini, ditutup dalam posisi mengalami penguatan 0,1 persen ke level 13.904 per Dolar AS. Penguatan itu terjadi ditengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan yang justru terkoreksi.

Baca Juga:

Praktisi Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, penguatan nilai tukar Rupiah pada hari ini disinyalir terjadi karena masih berlangsungnya tawaran Obligasi Ritel SBR-007 dengan bunga 7,5%.

Adanya tawaran Surat berharga maupun surat utang negara tidak menutup kemungkinan bagi investor asing untuk masuk didalamnya.

“Saat ini kepemilikan tersebut juga masih cukup besar yakni sebesar 38,44% dari total SBN yang diperdangkan berdasakan data Kemenkeu per 29 April 2019. saya kira ini masih cukup besar karena kepemilikan surat utang negara maupun surat berharga negara lebih relevan dimiliki oleh investor dalam negeri sendiri,”sebutnya, Selasa (16/7/2019).

Disisi lain, IHSG justru terkoreksi oleh adanya pernyataan Kementerian Keuangan yang terkesan pesimis terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mampu berada di atas 6%. Hal ini yang menjadi tugas besar pemerintah saat ini. Dimana tekanan ekternal menjadi penyebab utama perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Tak hanya bagi Indonesia begitu juga dengan negara berkembang lainnya. Sehingga pemerintah hanya mampu memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di rentang 5-5,5%. Hal ini membuat investor pasar modal cenderung wait and see,”tukasnya.

Ketidakpastian global saat dapat menjadi sangat sensitif dan menambah resiko pasar. Dimana tidak ada kekuatan kita dalam mengantsipasi sentimen eksternal tersebut. Tak hanya itu, pemerintah juga harus menyiapkan strategi-strategi untuk mempertahankan Rupiah saat ini dan menggenjot pertumbuhan ekonomi.

“IHSG ditutup turun 0,225% di level 6.401. IHSG tertinggi berada di level 6.428 dan terendah berada di rentang 6.389. Sementara bursa Global Bergerak bervariasi, Indeks saham Hangseng menguat tipis 0,1%, begitu juga dengan korea naik 0,3%, Nikkei turun 0,69%, shanghai turun 0,15%, dan STI naik tipis 0,16%,”paparnya.

Dikondisi ketidakpastian ekonomi global saat ini saham-saham LQ-45 menjadi pilihan investasi yang tepat. Dimana dalam sepekan saham-saham LQ-45 mampu menguat. Beberapa diantaranya adalah saham BBRI, GGRM, INDY, ANTM, JSMR dan lain sebagainya.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru