Selasa, 05 Mei 2026

Pergerakan Rupiah Semakin Sempit

- Jumat, 05 Juli 2019 00:32 WIB
Pergerakan Rupiah Semakin Sempit

Digtara.com | JAKARTA – Menjelang akhir pekan, pergerakan rupiah kian terbatas akibat minim sentimen, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Kemarin, rupiah di pasar spot melemah 0,11% menjadi Rp 14.135 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara versi kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah menguat tipis 0,38% ke level Rp 14.106 per dollar AS.

Baca Juga:

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, pergerakan nilai tukar rupiah berada dalam rentang sempit karena pasar keuangan AS sedang libur memperingati Hari Kemerdekaan.

“Karena libur, volume perdagangan di dalam negeri tipis. Rupiah pun cenderung melemah,” kata dia.

Di sisi lain, data AS yang dirilis kemarin malam cenderung beragam. Contohnya, data ISM Non-Manufacturing PMI bulan Juni 2019 yang ada di level 55,1. Angka ini di bawah proyeksi analis yang sebelumnya memperkirakan ISM Non-Manufacturing PMI berada di level 56,1.

Selain itu, data ADP Non-Farm Employment Change, yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di Negeri Paman Sam, di bulan lalu hanya tumbuh 102.000 pekerja saja. Padahal hasil konsensus menyebut ADP Non-Farm Employment Change bisa naik hingga 140.000 pekerja.

Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, rupiah juga mendapat sentimen dari tuduhan Presiden AS Donald Trump kepada China dan Eropa. “Semalam, Trump menuduh China dan Eropa memanipulasi mata uang utama dunia,” kata dia. Sentimen tersebut menyebabkan rupiah sulit rebound.

Hari ini, Ibrahim memprediksikan, gerak rupiah di kisaran Rp 14.105–Rp 14.175 per dollar AS. Sedangkan proyeksi Josua, rupiah berada dalam rentang Rp 14.075–Rp 14.175 per dollar AS karena pasar masih menanti data non-farm employment change dan tingkat pengangguran di AS.[kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

Komentar
Berita Terbaru