Pengguna Surat Kuasa Pengambilan Gaji Pensiun Keluhkan Layanan BTPN Medan

Rabu, 08 Juni 2022 23:19
ilustrasi Bank BTPN

digtara.com – Ahmad Basyuni Lubis seorang pengguna Surat Kuasa pengambilan gaji pensiun ibunya bernama Rabayani mengaku kecewa terhadap layanan Bank BTPN Cabang Medan.

Masalahnya, blangko Surat Kuasa fotocopy dengan kop surat PT Taspen tertera isian untuk kuasa pengambilan selama tiga bulan, namun Bank BTPN hanya mengeluarkan gaji satu bulan, yaitu gaji bulan Mei 2022. Sedangkan untuk mengambil gaji bulan Juni 2022, harus menyiapkan satu lagi Surat Kuasa yang sama.

“Saya kecewa dengan layanan BTPN. Surat Kuasa bermaterai ditandatangani Kades Bandar Khalipah yang saya siapkan tidak berlaku. Harus pakai blangko fotocopy dari Taspen. Tapi ternyata, satu blongko untuk satu kali pengambilan gaji, yang berarti kebijakan tersebut melanggar kolom isian untuk tiga bulan pada blangko yang disiapkan PT Taspen tersebut,” ungkap Basyuni kepada rekannya sesama wartawan anggota PWI Sumut di Medan, Rabu (8/6/2022).

Kronologinya, lanjut Basyuni, orangtuanya Ibu Rabayani, pensiunan janda dari almarhum Bahrumsyah Lubis belakang ini tidak lagi bisa naik betor untuk pengambilan gaji karena keadaan sakit, apalagi harus ke BTPN Cabang Medan Jalan Putri Hijau Medan.

“Biasanya, emak saya dampingi mengambil gaji di BTPN KCP Tembung yang tidak jauh dari rumah. Karena emak harus digendong naik turun betor. Tapi entah mengapa, KCP Tembung tutup dan untuk pengambilan gaji bulan April 2022 dan seterusnya harus ke kantor BTPN lainnya,” sebut Basyuni.

Pengambil gaji pensiun bulan April, lanjutnya, dilakukan di BTPN KCP SM Raja Medan, sekaligus mengantar Surat Pengesahan Tanda Bukti Diri (SPTB) yang blangkonya juga disiapkan PT Taspen, dan memang merupakan kewajiban nasabah untuk jangka waktu tertentu.

‘Pelayanan pegawai di BTPN SM Raja memang memuaskan, ibu saya yang duduk di betor dikunjungi. Tapi yang membuat kita tidak nyaman, ada oknum non pegawai BTPN yang berkeliaran menawarkan jasa pengurusan cepat bagi pensiunan yang tidak bisa masuk ke dalam karena sakit, dengan upah Rp 20 ribu ” ungkap Basyuni.

Tabungan Kosong

Selanjutnya, pada bulan Mei 2022 Basyuni menggunakan ATM untuk pengambilan gaji di ATM bersama.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait