Minggu, 14 April 2024

Dituduh Pelihara ‘Begu ganjang’ Rumah Lansia di Tapsel Dirusak Massa, Ini Kronologinya

Amir Hamzah Harahap - Senin, 06 Maret 2023 04:19 WIB
Dituduh Pelihara ‘Begu ganjang’ Rumah Lansia di Tapsel Dirusak Massa, Ini Kronologinya

digtara.com – Dituduh bersekutu dengan begu ganjang, AN (70), warga Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan mengalami luka dan rumah dirusak massa, Senin (06/03/2023).

Baca Juga:

Kejadian pengrusakan rumah pasangan lansia yang berprofesi seorang petani ini terjadi pada Sabtu (04/03/2023) malam, dimana massa dengan beringas melempari rumah korban dengan batu dan bahkan ingin mencelakai AN.

Kapolres Tapsel, AKBP Imam Zamroni, SIK, MH, melalui Kapolsek Batang Angkola, AKP Raden Saleh, SH, membenarkan peristiwa pengrusakan itu terjadi secara mendadak oleh sejumlah warga dan korban berusaha menyelamatkan diri.

“Selanjutnya, korban ke luar dari Rumah bersama istrinya lewat pintu depan menuju Rumah Kades Sisoma. Dan sesampainya di Rumah Kades, namun kades sedang tidur. Kemudian korban kembali ke Rumahnya,” urai Kapolsek

Sekembalinya di Rumah, lanjut Kapolsek, terlihat sejumlah oknum massa masih ramai. Alhasil, korban dan istrinya masuk kembali ke dalam Rumahnya.

Tak lama, korban melihat ada lemparan api ke dalam Rumahnya. Spontan, korban berusaha mengeluarkan api itu agar tak membakar Rumahnya.

Tidak sampai disitu, tiba-tiba sejumlah oknum itu makin beringas. Massa, merusak lampu listrik sambil melempari Rumah korban dengan batu.

Lantas istri korban lari menggunakan sepeda motor melalui pintu belakang Rumah menuju arah Desa Ingol Jae.

“Korban menyusul menyelamatkan diri lari lewat pintu belakang Rumah menuju Desa Ingol Jae memohon perlindungan,” imbuh Kapolsek.

Bukannya selesai, sebut Kapolsek, oknum massa malah datang ke Desa Ingol Jae, guna menemui korban. Salah satu massa, yakni AH, sempat cekcok dengan korban. Beruntung, personel Polsek Batang Angkola segera tiba di lokasi dan mengamankan korban.

“Unit Reskrim Polsek Batang Angkola, juga melaksanakan olah TKP (tempat kejadian perkara) awal dengan memasang Police Line (garis polisi),” tutur Kapolsek.

Kapolsek menerangkan, personel juga membawa korban yang mengalami luka ke Puskesmas Batu Horpak guna perawatan medis.

Awal Mula Tuduhan Santet Begu Ganjang

Raden menyebut isu santet itu mulai muncul pada Desember 2022 lalu. Saat itu, anak dari seorang warga berinisial AH, yakni RH membonceng istri korban saat baru saja pulang dari kebun.

Pada sore harinya RH jatuh sakit hingga mengeluarkan darah dari hidung dan telinga. AH menduga anaknya telah disantet oleh istri korban.

“Setelahnya, AH mengatakan ke korban anaknya telah diguna-guna,” sebutnya.

Dan juga soal selisih paham yang menerpa korban berawal dari penutupan parit oleh istri korban. Rupanya, parit itu merupakan aliran air milik salah satu massa yang tak lain adalah, AH.

Menurut Kapolsek, istri korban tak terima, lantaran aliran air mengalir ke Pekarangan Rumah mereka. Makanya, istri korban pun menutup aliran air tersebut.

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Amir Hamzah Harahap
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru