DPW PKB Jateng Gelar Tasyakuran Pahlawan Nasional. Gus Yusuf: Kiai Kholil Bangkalan Guru Segala Guru, Gus Dur Guru Bangsa
digtara.com - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah menggelar tasyakuran atas gelar pahlawan nasional yang dianugerahkan kepada Syaikhona K.H. Kholil Bangkalan dan K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kantor DPW PKB Jateng di Semarang, Kamis (13/11/2025). Selain tasyakuran, juga digelar diskusi publik "Jejak Langkah Pahlawan Nasional".
Baca Juga:
- Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Berani Berfikir Inovatif untuk Melahirkan Pemikir Dunia yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman
- Peringati Harlah NU ke-100 Tahun, Ali Abdul Rohman Minta Pengurus PBNU Konsen ke Basis-basis Ranting NU di Desa dan Pesantren
- Tiga Calon Ketua GP Ansor Kota Semarang Masa Khidmah 2026-2030 Ditetapkan Panitia Konfercab X
"Karena itu tentu kita harus memanjatkan syukur dan bangga atas gelar ini," ujarnya.
Baca Juga:
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang ini menegaskan, bangsa yang besar adalah yang bisa menghargai jasa pahlawan.
Gus Yusuf sapaan akrab K.H. M Yusuf Chudlori menyebut, dari Kiai Kholil lahir kiai-kiai besar seperti K.H. Hasyim Asyari, K.H Wahab Chasbullah dan ulama besar lain.
"Adapun Gus Dur adalah tokoh demokrasi, pluralisme di Indonesia," sebut Gus Yusuf.
Khusus Gus Dur, kata Gus Yusuf, mengikuti prosesnya. Dia tak menampik ada pihak lain yang menyebut Gus Dur tak perlu gelar pahlawan karena sudah dicintai rakyat. Tapi itu menurutnya juga tidak salah.
"PKB juga memperjuangkan secara politik. Yang paling krusial adalah pencabutan TAP MPR Nomor II/MPR/2001 yang memberhentikan Gus Dur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia dalam kasus Bulog Gate," terangnya.
Baca Juga:
Pencabutan ini didasarkan pada permohonan Fraksi PKB dan dianggap penting untuk rehabilitasi nama baik Gus Dur.
"Fraksi PKB sendiri memiliki ketua umum yakni Gus Muhaimin Iskandar," terangnya.
"Ini juga agar generasi ke depan anak-anak kita tidak membaca sejarah, bahwa Gus Dur diturunkan dari jabatannya sebagai Presiden karena kasus Bulog Gate," tegasnya.
Kebanggaan lain, jelas Gus Yusuf, bahwa Kiai Kholil dan Gus Dur adalah tokoh yang lahir dari pesantren.
Baca Juga:"Gelar ini juga bisa menjadi spirit pesantren yang belakangan ini disudutkan dengan sejumlah framing negatif. Mari kita lihat Gus Dur dan Mbah Kholil dengan spirit NKRI nya," terangnya.
Acara tasyakuran dan diskusi publik ini dihadiri para pengurus PKB Jateng, Sekretaris DPW H.Sukirman, Ketua LPP Sarif Abdillah, jajaran Dewan Syuro, serta para mahasiswa.
Diskusi menghadirkan pembicara Aguk Irawan, penulis buku Peci Miring: Kisah Pengembaraan Intelektual Gus Dur, Direktur Klub Merby Grace W Susanto, serta Gus Yusuf.
Grace menyebut sering berinteraksi dengan Gus Dur maupun keluarganya."Gus Dur itu bapak Bangsa, ngopeni minoritas seperti saya ini," ungkapnya.
Baca Juga:
Adapun Aguk menceritakan perjalanan Gus Dur dalam pendidikannya.
"Saat SMP termasuk saat mondok di Krapyak Yogyakarta sudah mengenal buku-buku Marxis, Lenin dan karya-karya pemikir luar negeri," terangnya.Gus Dur, jelas Aguk, baru terarah ke ilmu tasawuf saat mondok di Tegalrejo Magelang yang diasuh K.H Chudlori, ayah dari Gus Yusuf.
Adapun Gus Yusuf menyebut saat Gus Dur mondok di Tegalrejo, sang ayah mampu mengarahkan yang bersangkutan fokus mempelajari ilmu pesantren.
"Soal cerita Gus Dur mengambil ikan di kolam pondok, ternyata itu adalah memahamkan kita berpolitik," terangnya.
Baca Juga:
Gus Yusuf mengakui berbagai kontroversi yang kerap muncul dari Gus Dur, merupakan sebuah proses mencerdaskan politik.
Gus Yusuf menambahkan, saat muncul Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU), maupun anaknya Yenny Wahid mendirikan partai, Gus Dur tetap memberikan pesan kepada dirinya untuk tetap di PKB. (San).
Menag Nasaruddin: Pesantren Harus Berani Berfikir Inovatif untuk Melahirkan Pemikir Dunia yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Peringati Harlah NU ke-100 Tahun, Ali Abdul Rohman Minta Pengurus PBNU Konsen ke Basis-basis Ranting NU di Desa dan Pesantren
Tiga Calon Ketua GP Ansor Kota Semarang Masa Khidmah 2026-2030 Ditetapkan Panitia Konfercab X
Jawa Tengah Memiliki 5.346 Pesantren, Diharapkan Berperan Turunkan Angka Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem
Pemerintah Tetapkan Gus Dur Pahlawan Nasional. Sarif Kakung: Sebagai Pengingat Bahwa Gus Dur Mempunyai Jasa untuk Menyatukan Seluruh Umat Beragama
Wapres Gibran Bakar Semangat Kader Ansor Jateng dengan Pantun
Tiga Remaja Pria di Kota Kupang Curi Barang di Rumah Kosong
Mabuk Miras, Pemuda Batuplat-Kupang Diamankan Polisi
Berakhir Damai, Bhabinkamtibmas di Sumba Barat Jadi Penengah Sengketa Tanah di Weekerou
39 Kode Redeem FF 24 Februari 2026 Terbaru, Klaim Beast Bundle dan 90 Diamond Gratis ShopeePay
Peduli Warga, Dansat Brimob Polda NTT Tegaskan Komitmennya Bangun Jembatan Penghubung di Desa Lipa
Daftar Kode Redeem FC Mobile 24 Februari 2026 Terbaru, Klaim Jutaan Gems Gratis Hari Ini
Polisi-Warga Flores Timur Bergotong Royong Bangun Plat Deker Darurat