Rabu, 21 Februari 2024

Tak Berikan Kepastian Hukum, Sapma DPD IPK Desak Polres Langkat Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan Samson

Redaksi - Senin, 30 Oktober 2023 15:34 WIB
Tak Berikan Kepastian Hukum, Sapma DPD IPK Desak Polres Langkat Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan Samson
Istimewa

digtara.com -LANGKAT | Ratusan warga dan Ormas Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Langkat dan Binjai geruduk Markas Polres Langkat, Senin (30/10/23).

Baca Juga:

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja Polres Langkat dalam menangani kasus pembunuhan Samson Sembiring alias Bagong (41) Ketua IPK Kecamatan Batang Serangan yang terjadi di Desa Beruam, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat pada Senin (10/7/23) lalu.

Dalam aksi ini, mereka menyampaikan ungkapan kekecewaannya kepada Polres Langkat yang hingga saat ini masih belum berhasil menangkap EB dan EK yang diduga merupakan pelaku dan otak pelaku pembunuhan Ketua IPK Kecamatan Batang Serangan Samson Sembiring alias Bagong (41).

Kehadiran masyarakat dan ormas IPK ini mempertanyakan kepada pihak Polres Langkat mengapa pelaku EB dan EK sampai saat ini tidak kunjung ditangkap.

Masyarakat menyebutkan jika kedua pelaku sampai saat ini masih bebas berkeliaran di Kabupaten Langkat.

Warga ormas IPK menuding jika Polres Langkat duduga telah berkolusi, sehingga tidak berupaya melakukan penangkapan kepada kedua pelaku yang sudah ditetapkan tersangka dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam aksinya, Ormas IPK juga menghadirkan istri almarhum Samson Sembiring alias Bagong yakni Poniah Br Perangin Angin serta kedua anaknya yang masih berusia 7 dan 4 tahun.

"Bayangkan Pak Polisi, setiap hari anak-anak saya yang masih kecil-kecil ini selalu bertanya mengapa Bapak tidak pulang-pulang. Bagaimana perasaan Bapak-Bapak sekalian. Suami saya dibunuh saat sedang tertidur di salah satu warung. Suami saya tidak berbuat apa-apa, tapi malah dibacokin dengan sadis. Saya berharap keadilan dari Bapak Bapak Polres Langkat agar kiranya segera menangkap pelaku. Mereka bisa hidup dengan bebas meski sudah membunuh suami saya," teriak Poniah sembari tak mampu menahan tangis.

Para orator aksi secara bergantian juga menyebut jika keadilan di Polres Langkat saat ini sudah mati, sembari menaburkan bunga di hadapan personil Polres Langkat yang mengawal aksi.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat HS SIK SH MH diwakili KBO Pidum sekaligus Plh Kasat Reskrim AKP Sihar Situmorang mengatakan bahwa Polres Langkat tetap berkomitmen untuk menegakkan hukum seadil-adilnya.

"Dalam kasus pembunuhan Simson Sembiring ini, kita selaku penyidik sudah menangkap dan memproses 5 orang pelaku yang terlibat. Kita masih terus bekerja dan tidak tinggal diam," ujar AKP Sihar.

Saat orator menanyakan kapan kepastian pelaku EB dan EK ditangkap, Sihar menjelaskan bahwa mereka terus berupaya mengejar dan menangkap kedua pelaku yang sudah masuk DPO.

"Kita sebar fotonya di berbagai media sosial dan kita juga berupaya menuntaskan kasus ini. Tolong bantu kami dengan do'a untuk segera menuntaskan kasus ini dan bisa menangkap EB dan EK," terangnya.

Namun, orator menganggap jika jawaban KBO sekaligus Plh Kasat Reskrim tersebut masih mengambang.

"Yang kami tanyakan, apa kesulitan pihak Polres Langkat sehingga kedua pelaku belum juga tertangkap. Atau apakah karena Polres Langkat tidak mampu atau tidak berani? Kalau tidak mampu biar kami yang menangkap, tapi kami tidak mau mendahului kewenangan Polisi dalam hal ini Polres Langkat," ujar orator tidak puas.

Ormas IPK dan keluarga korban berjanji jika salam 10 hari ke depan kedua tersangka tidak segera ditangkap, mereka akan menurunkan ribuan massa.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gegara Utang, Pengusaha Burung di Medan Dibunuh Anak Buah

Gegara Utang, Pengusaha Burung di Medan Dibunuh Anak Buah

Dua Pelaku Pembunuhan Warga Barate Serahkan Diri ke Polisi

Dua Pelaku Pembunuhan Warga Barate Serahkan Diri ke Polisi

Pelaku Pemukulan ODGJ di Ende-NTT Ditangkap Polisi di Denpasar-Bali

Pelaku Pemukulan ODGJ di Ende-NTT Ditangkap Polisi di Denpasar-Bali

Tangani 190 Kasus, Ditreskrimsus Polda NTT Restorative Justice 16 Kasus ITE

Tangani 190 Kasus, Ditreskrimsus Polda NTT Restorative Justice 16 Kasus ITE

Lima Kasus Besar Diungkap Polres TTU

Lima Kasus Besar Diungkap Polres TTU

Gelar Sidang Perdana Kasus Korupsi Dana BOS MAN Binjai, Kejari Binjai Tuntut Maksimal Terhadap Terdakwa

Gelar Sidang Perdana Kasus Korupsi Dana BOS MAN Binjai, Kejari Binjai Tuntut Maksimal Terhadap Terdakwa

Komentar
Berita Terbaru