Pelajar yang jadi Korban Hanyut Putusnya Jembatan Gantung Belum Juga ditemukan

Minggu, 16 Desember 2018 06:30

LABUHANBATU – Hingga hari kedua, tim Basarnas Sumut dan BPBD Labuhanbatu masih melakukan pencarian terhadap  Rafi (18)  seorang siswa SMK Pemda Rantau Prapat  yang hanyut dalam ditragedi ambruknya jembatan gantung di Desa Tebing Linggahara Bilah Barat, Kab  Labuhanbatu,  Sumut,  sabtu (15/12/2018) sore.

Dalam video amatir terlihat kepanikan  warga saat melihat detik-detik terakhir jembatan rambin sebelum putus dihantam batang pohon sawit.  Dalam video tersebut juga terlihat warga beteriak  agar segera menolong seorang pelajar yang hanyut terbawa derasnya air

Dalam peristiwa Jumat (14/12/2018) lalu, Rafi tidak seberuntung 11 korban lainnya, pasalnya saat jembatan putus ia berada di jembatan yang putus dengan mengendarai sepeda motornya. Hal ini lah, yang membuanya tidak sempat bergantung di jembatan untuk menyelamatkan diri.

Dalam pencarian, hari kedua, BPBD memfokuskan pencarian diradius tiga ratus meter dari lokasi jembatan putus. Tampak tiga unit perahu karet diturunkan untuk mencari korban.

Kepala BPBD Labuhanbatu Sofyan Hasibuan, menjelaskan saat ini pihaknya mengalami kendalai saat melakukan pencarian korban karena derasnya debit air sungai.

Masih katanya, dari SOP pencarian korban hanyut akan dilakukan selama tiga hari  dan apabila korban  masi belum ditemukan ,  maka pihak bpbd  dan basarnas akan berkordinasi dengan pemerintah setempat apakah proses pencarian masi akan terus dilanjutkan.

“kita saat ini masih fokus melakukan pencarian korban hanyut dan pencarian korban akan dilanjutkan, pada minggu (16/12/2018) pagi nanti,” ucapnya

Ia pun berharap warga yang tinggal dibantaran sungai, agar cepat memberitahu  petugas di posko bencana jika melihat  korban mengapung.

Sebelumnya, sebuah rambin (jembatan gantung) putus disapu air, Jumat (14/12/2018) di Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu sekira Jam 09.00 wib. Diperkirakan sebanyak 12 orang warga menjadi korban.

Rambing sepanjang 100 meter itu, putus dihantam arus air sungai Bilah yang meluap. Sepekan terakhir curah hujan relatif tinggi, mengakibatkan Ketinggian air meningkat 2 meter dari normal menyebabkan lantai jembatan tersentuh air.

Sejumlah material yang hanyut terbawa air, kemudian memukul lantai jembatan dan mengakibatkan putusnya kabel tambang penahan jembatan.

“Sejak awal memang jembatan itu sudah rawan disebabkan naiknya air sungai,” ujar warga setempat Tahan Hasibuan yang merupakan saksi mata detik-detik putusnya jembatan penghubung antar wilayah tersebut.

Berita Terkait