Kemenkominfo Siapkan Aturan Pemblokiran Situs dan Medsos

  • Whatsapp
Setiap 10.000 Penayangan Konten, 10 Unggahan Mengandung Ujaran Kebencian di Medsos
Medsos. (internet)

digtara.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sedang mempersiapkan peraturan menteri terkait dengan upaya pemblokiran situs ataupun konten media sosial (medsos). Aturan Pemblokiran Situs dan Medsos

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pada era demokrasi seperti saat ini, pemerintah tidak mungkin menerapkan pendekatan tangan besi. Tidak lagi ada penutupan situs atau pemblokiran konten tanpa ada alasan yang jelas.

“Ada tahapan-tahapan yang memang melanggar, apalagi kita akan mempunyai Permen baru di mana itu ada tahapannya lebih jelas dan sebelum melakukan pemblokiran itu ada tahapan pelaku dikenakan sanksi administratif untuk memuculkan efek jera,” jelasnya dalam siaran pers yang dikutip, Selasa (20/10/2020).

Muat Lebih

Dia menuturkan pemerintah juga melibatkan masyarakat dalam menghadapi hoaks. Masyarakat juga diharapkan perlu mencari tahu, karena di era digital saat ini siapa saja bisa mengakses informasi dari mana saja sehingga perlu melakukan klarifikasi, memeriksa fakta dan melihat siapa yang menyebarkan informasi atau pemberitaan tersebut.

Menurutnya, peran masyarakat itu sangat penting. Terlebih saat ini banyak judul yang dibuat provokatif, sehingga perlu dipahami oleh masyarakat.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1442H, untuk Share di Media Sosial

“Jadi kalau memang orangnya belum pernah punya kredensial, websitenya baru kemarin dibuat itu perlu dicurigai. Dilihat juga cek fotonya, kadang-kadang fotonya benar tapi captionnya itu juga yang menyesatkan. Jadi perlu masyarakat juga paham tentang hal-hal ini,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan