Ini Alasan Kenapa Teknologi 5G di Indonesia Belum Maksimal

Selasa, 14 September 2021 10:47
int
Ini Alasan Kenapa Teknologi 5G di Indonesia Belum Maksimal

digtara.com – Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah memaparkan perkembangan teknologi komersial di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Mewakili Menteri BUMN Erick Thohir dalam memberikan Keynote Speech dalam CNBC Indonesia Tech Conference, Ririek memaparkan secara global sudah ada 176 operator telekomunikasi di 72 negara yang menerapkan teknologi 5G.

Sementara itu di Indonesia ada 3 oeprator yang sudah menerapkan teknologi 5G.

“Tetapi kita (Indonesia) belum menggunakan spektrum yang seharusnya, karena masih ada keterbatasan spektrum yang ada. Kita menggunakan spektrum yang belum sampai 100 mghz mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kita bisa mengoperasikan full scale,” ujar Ririek, mengutip cnbcindonesia.com, Selasa (14/9/2021).

Baca: Pengguna Vivo V21 5G dan Vivo X60 Series Mulai Bisa Nikmati Jaringan 5G

Selain itu, dia juga menyoroti industri sebagai konsumen dari teknologi 5G yang perlu dikembangkan karena masih belum mencapai skala ekonomi bisnis yang menguntungkan (economic scale).

Dalam kesempatan yang sama Ririek mengatakan pandemi telah membuat orang-orang menggunakan digital dan mengurangi kontak fisik dalam aktivitas kesehariannya. Ririek pun meyakini kebiasaan-kebiasaan itu akan tetap berlanjut selepas pandemi.

Baca: Dapat Restu Kominfo, Indosat Ooredoo Jadi Operator Kedua yang Layani Jaringan 5G

Ia pun menambahkan kalau pengguna gadget akan meningkat dua kali lipat. Begitupun adopsi digital. “Pandemi ini sudah mengakselerasi adopsi digital 5-7 tahun lebih cepat,” kata Ririek.

Ia menambahkan kalau Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir telah mencanangkan masterplan dan didalamnya terkandung transformasi secara masif.

Laman: 1 2

Berita Terkait