Mimpi Seorang Dosen di Kupang yang Jadi Pemulung Karena Cinta Kebersihan

Kamis, 21 Oktober 2021 13:00
imanuel lodja
Dosen yang kini memiliki kesibukan sebagai pemulung

digtara.com – Memungut sampah atau menjadi pemulung mungkin hanya dilakukan oleh mereka yang berpendidikan rendah atau bahkan tidak mengenyam pendidikan. Namun pandangan tersebut dipatahkan Karolus Belmo SFil MPd seorang dosen di perguruan tinggi di Kupang.

Baginya, pekerjaan memungut sampah bukan pekerjaan hina. Karolus yang juga dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang menganggap ‘profesi’ baru ini memberinya kepuasan tersendiri.

Karolus sendiri bukan dosen biasa di kampus tersebut. Ia juga menjabat sebagai wakil direktur I bidang akademik STIM Kupang. Dan hal itu tidak menjadikan dirinya berbangga atau minder saat menjadi pemulung.

Memungut dan menjual sampah bukan semata-mata untuk menambah penghasilan dan pendapatan tetapi lebih pada panggilan jiwa atas tanggungjawab kebersihan lingkungan.

Bagi sarjana S1 jebolan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero, NTT ini, menjadi pemulung justru karena kecintaannya pada lingkungan.

“Sampah memang peluang menghasilkan uang, tapi bukan sekedar tujuan itu yang saya kejar. Saya cinta kebersihan,” ujarnya saat ditemui di kompleks kampus STIM Kupang, Kamis (21/10/2021).

Sejak awal tahun 2019 lalu, memungut sampah dan menjadi pemulung sudah dilakoninya.

Setiap hari mulai pukul 05.00 wita hingga pukul 06.30 wita, ia menyusuri Jalan Adisucipto hingga kampus Undana bahkan terkadang ia mencari sampah hingga ke pantai warna Oesapa, Kota Kupang.

Berbekal karung, ia mulai memungut botol plastik, kaleng bekas, kardus maupun sampah lainnya dan dibawa pulang ke mess kampus yang menjadi tempat tinggalnya.

Bentuk Protes Atas Rendahnya Kesadaran Warga

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait