Mengenal Zarah Zafira, Gadis Disabilitas asal Kupang yang Jadi Kapten Tim Futsal Indonesia

Senin, 02 Agustus 2021 12:03
foto: istimewa
Zarah Zafira saat membawa timnya merebut medali perunggu pada Kejuaraan Asia di Bangkok, 2019 lalu

digtara.com – Seringkali kekurangan menjadikan seseorang minder dan rendah diri serta cenderung tertutup. Namun tidak demikian dengan Zarah Zafira (19). Gadis asal Kota Kupang yang akrab disapa Zasa ini justru berprestasi hingga tingkat internasional.

Sejak kecil, putri ketiga dari pasangan Ipda Bambang Mardianto dan Sarah Rinawati ini merupakan penyandang disabilitas. Zarah Zafira atau Zasa merupakan gadis tuna rungu dan tuna wicara.

Zasa sebenarnya tumbuh seperti anak balita lainnya. Namun ia nampak cuek dan cenderung apatis saat diajak berkomunikasi sehingga orang tua baru menyadari kekurangan Zasa ketika menginjak usia tiga tahun.

Memasuki usia 4 tahun, Zasa pun mulai menjalani terapi pendengaran. Ipda Bambang yang merupakan anggota Polri dan bertugas di Direktorat Polair Polda NTT mulai mencari berbagai upaya guna menyembuhkan anak gadisnya.

zarah zafira
Aksi Zasa bersama timnas futsal tuna rungu Indonesia. (foto: istimewa)

Tak cukup pengobatan medis, pengobatan alternatif dilakukan. Ipda Bambang harus sering izin di kantor membawa Zasa ke Bali dan Jawa mencari pengobatan. Sampai-sampai ia rela antri membawa Zasa ke Ponari, bocah yang saat itu viral karena diyakini bisa menyembuhkan orang dengan batu ‘ajaib’ yang dicelupkan ke air.

Zasa kecil bahkan diajak ke Ustad MT Haryono di Yogyakarta dan rela antri berhari-hari demi mendapatkan pengobatan. Juga ke kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Mapolda NTT untuk didoakan oleh pendeta Gilbert Lumoindong.

“Saya memang Muslim tapi saya coba membawa ke acara KKR dengan harapan bisa didoakan dan anak saya bisa sembuh,” ujar Bambang saat ditemui di kediamannya, Senin (2/8/2021) didampingi anaknya.

Ipda Bambang pun harus cuti kerja selama satu bulan demi pengobatan anak gadisnya di tempat praktek dokter Hembing. Dari dokter Hembing, ia mendapat penjelasan kalau Zasa sebenarnya menderita tuna rungu yang berakibat ke tuna wicara dan ini sebagai takdir.

Ipda Bambang dan istri akhirnya pasrah serta iklas menerima kondisi ini. Mereka pun tak lelah mendampingi anak gadis mereka untuk diajari dan dirawat.

Gadis yang Aktif

Laman: 1 2 3

Berita Terkait