Persoalan Medan Tidak ‘AMAN’ Jika Selalu Kampanyekan Politik Identitas di Pilkada

  • Whatsapp
Waketum DPP KNPI: UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Solusi Pemulihan Ekonomi Nasional
Waketum DPP KNPI, Sugiat Santoso SE MSP. (istimewa)

digtara.com – Politik identitas tak relevan digunakan pada Pilkada Kota Medan. Persoalan warga Medan itu bukan perbedaan agama, suku dan ras, namun banjir, kemiskinan, buruknya infrastruktur dan birokrasi yang korup. Politik Identitas di Pilkada

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, Selasa (6/10/2020). Menurut Sugiat, akan tidak sehat bagi demokrasi jika ada pihak pihak yang selalu menggunakan politik identitas untuk mempengaruhi pilihan masyarakat di Pilkada Medan.

“Bagusnya adu ide dan gagasan saja, bagaimana membangun Medan agar lebih baik lagi. Bukan malah terjebak memecah belah warga Medan dengan perbedaan agama dan suku. Ada satu pihak yang merasa Islamnya paling benar demi mendapatkan suara umat Islam yang mayoritas,” kata Sugiat.

Muat Lebih

Sugiat yang juga Jubir Bobby-Aulia mengatakan, aneh jika Tim Paslon AMAN berusaha memaksakan diri memposisikan Akhyar Nasution sebagai simbol pembela umat Islam.

“Sejak kapan Akhyar Nasution punya rekam jejak dalam membela kepentingan umat Islam. Dimana posisinya, saat umat Islam melakukan aksi membela mesjid yang digusur ? Di mana posisinya saat gerakan 212 kemarin?,” kata Sugiat.

Baca: Didukung Komunitas Protestan dan Katolik, Akhyar Tawarkan Program Realistis Dalam 3,5 Tahun Bekerja

“Apa yang sudah dilakukannya untuk menghancurkan tempat maksiat, memberantas narkoba, dan menuntaskan persoalan umat lainnya,” tandas Sugiat lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan