Ijek Doakan Bobby Nasution Jadi Wali Kota Medan, Bawaslu: Kami Belum Dapat Informasi

  • Whatsapp
Ijek Doakan Bobby Nasution Jadi Wali Kota Medan, Bawaslu: Kami Belum Dapat Informasi
Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijek) berfoto bersama Bobby Nasution saat peringatan HUT ke-75 PMI di Kantor PMI Medan. (Istimewa)

digtara.com – Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijek) mendoakan agar M Bobby Afif Nasution jadi Wali Kota Medan. Itu karena Bobby Nasution merupakan bagian dari keluarga besar Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan.

Doa itu disampaikan Ijek saat peringatan HUT ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) di kantor PMI Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan pada Jumat, 18 September 2020 kemarin.

“Bobby Nasution adalah keluarga besar PMI Medan, dan kita doakan InsyaAllah menjadi Wali Kota Medan. Saya sejak lama kenal Bobby dengan almarhum ayahnya. Bobby hadir ini memang waktu yang tepat. Bukan hanya karena mau jadi wali kota,” kata Ijek yang juga merupakan Ketua PMI Kota Medan.

Muat Lebih

Sebelumnya, Musa Rajekshah mengaku mengundang langsung Bobby Afif Nasution untuk menghadiri HUT ke-75 PMI. Dia juga mengukuhkan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi relawan PMI Kota Medan.

Selepas mengikuti rangkaian acara HUT ke-75 PMI yang digelar sederhana dengan pemotongan tumpeng, Musa mengajak Bobby Nasution berkeliling melihat fasilitas yang ada di PMI. Mereka melihat kendaraan operasional, berkunjung ke ruang Aftap atau ruang penyadapan darah donor, hingga laboratorium PMI.

 

TANGGAPAN BAWASLU

Sementara Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan belum mau mengomentari pernyataan Musa Rajekshah yang mendoakan Bobby. Dia mengaku belum mendapatkan informasi lengkap mengenai kejadian di kantor PMI Sumut itu.

Namun, Syafrida menyatakan, seorang kepala daerah atau wakil kepala daerah tidak dibenarkan melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon. Hal itu sesuai dengan Pasal UU No 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota.

“Itu diatur dalam Pasal 71 UU 10 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa gubernur, bupati dan wali kota dilarang untuk melakukan tindakan menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon,” tegasnya.

Karena itu, Syafrida mengingatkan agar seluruh pejabat di provinsi hingga kabupaten, baik di daerah yang menyelenggarakan pilkada maupun tidak, agar menjaga kode etik. Mereka harus mengacu pada UU No 10 Tahun 2016.

Dia juga mengimbau jabatan kepala daerah melekat, sehingga tidak dapat dikatakan tindakan itu dilakukan bukan sebagai kepala daerah. “Kecuali dia cuti,” terang Syafrida.

Menurutnya, belum ada pasangan calon yang ditetapkan pada Pilkada Kota Medan. Sejauh ini Bobby Nasution-Aulia Rachman dan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi masih merupakan bakal pasangan calon. “Jadi belum ada pasangan, makanya akan kita lihat dulu,” tutupnya.

[MERDEKA/AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Ijek Doakan Bobby Nasution Jadi Wali Kota Medan, Bawaslu: Kami Belum Dapat Informasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

3 Komentar