Yatim Piatu asal Nagakeo NTT Terharu Saat Lulus Bintara Polri

Jumat, 23 Juli 2021 16:01
istimewa
Yosep pun menangis haru dan memeluk walinya Aloysius Fare.

digtara.com – Tangis Yosep Efendi Djawa (19), calon bintara Polri asal Kabupaten Nagakeo, NTT pecah ketika mengetahui namanya terpilih menjadi salah satu calon polisi Panda Polda NTT. Pemuda yatim piatu itu selanjutnya akan memasuki pendidikan di SPN Polda NTT tahun 2021.

Yosep merupakan anak yatim piatu. Ayahnya Vinsensius Dala meninggal sejak 4 tahun lalu. Kepergian ayahnya juga membuat ibu nya Vincentia Dala sakit-sakit hingga juga meninggal 1 tahun lalu. Yosep dan ketiga kakaknya menjadi anak yatim piatu.

Mereka kemudian diasuh oleh Aloysius Fare (56) di Kabupaten Nagakeo.

Pada tahun 2020 lalu, Yosep mengadu untung menjadi anggota Polri dengan mendaftarkan diri di Polres Nagakeo. Namun nasib baik belum berpihak pada Yosep. Ia kandas saat pemeriksaan kesehatan.

Baca: Sudah 3 Kali dalam Sepekan, Kapolda NTT : Tangkap Pelaku Pengambil Jenazah Covid-19 dari Rumah Sakit

Gagal pada penerimaan tahun 2020 tidak menyurutkan semangatnya berjuang dan mewujudkan mimpinya menjadi anggota Polri.

Sejak ibunya meninggal dunia menyusul sang ayah yang sudah terlebih dahulu meninggal dunia, Yosep sudah bertekad mengabdikan dirinya menjadi anggota Polri.

“Sejak gagal tahun lalu, saya terus berlatih dan belajar serta memeriksakan kesehatan,” ungkap Yosep kepada wartawan.

Tahapan demi tahapan pun diikuti pada proses penerimaan bintara Polri tahun ini yang dimulai sejak bulan April 2021.

Baca: IRT yang Jatuh ke Kolam Cekdam di Malaka Ternyata Dibunuh Ponakan!

Hingga akhirnya, ia terpilih mengikuti sidang penetapan kelulusan akhir penerimaan terpadu bintara dan tamtama Polri TA 2021 dan gelombang I TA 2022 panda Polda NTT di aula Rupatama lantai III Polda NTT, Kamis (22/7/2021) petang.

Yosep tidak begitu yakin akan lolos. Begitupun, ia tetap membawa walinya Aloysius Fare ikut serta menjadi perwakilan orang tua mengikuti sidang yang dipimpin Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH MHum.

“Sempat tegang juga waktu pengumuman diundur dari pukul 14.00 wita ke pukul 16.00 Wita. Tapi saya terus memanjatkan doa,” ujar Yosep.

Acara demi acara yang berlangsung di ruangan Rupatama lantai III Polda NTT terasa sangat lama karena ia dan sang wali tidak sabar menunggu pengumuman akhir.

Menangis Haru

Laman: 1 2 3

Berita Terkait