Peristiwa Pembunuhan Yang Terjadi di Namu Ukur Utara Ternyata Gara-gara Gadai Handphone

Rabu, 23 November 2022 16:25

Digtara.com – Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Dusun I, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat pada Senin (21/11/22) sekira Pukul 17.45 Wib ternyata dipicu masalah gadai handphone.

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi saat dikonfirmasi, Rabu (23/11/22) mengatakan, peristiwa bermula ketika korban Kartonodi Surbakti alias KT (39) warga Dusun IV Perpanden Simpang Rambung, Desa Berdikari, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang datang ke gubuk belakang rumah warga di Dusun I, Desa Numu Ukur Utara dan bertemu pelaku Rambo alias RB (37), warga Dusun I, Desa Namu Ukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat serta saksi berinisial BT, BS dan DN.

Korban KT berbicara dengan saksi BT untuk menggadaikan handphone Oppo sebesar RP 700.000, BT pun berangkat mencari tempat gadian tersebut, kemudian saksi BT kembali ke tempat korban KT dan mengembalikan handphone tersebut karena tidak dapat menemukan tempat penggadaian.

Kemudian saksi BS menawarkan diri untuk menggadaikan handphone tersebut ke tempat lain dan disetujui oleh korban sambil berkata kalau handphone tersebut berhasil digadaikan, maka BS akan mendapatkan uang rokok.

“BS pun pergi membawa handphone korban, kemudian BT komentar karena dirinya tadi tidak dijanjikan uang rokok oleh korban, sementara BS ada. Lalu korban berkata kepada BT kalau handphone itu tidak laku, maka akan dipecahkannya di depan BT,” kata Junaidi, Rabu (23/11/22).

Mendengar korban berbicara seperti kepada BT, lanjut Junaidi, pelaku RB yang saat itu berada di lokasi berkomentar kalau korban tidak akan berani memecahkan handphonenya. “Saat itu korban langsung tidak terima dengan dengan perkataan RB yang terlalu ikut campur sembari mengatakan kalau RB tidak usah ikut campur urusan mereka,” bebernya.

Pelaku RB yang mendengar perkataan korban merasa tersinggung dan mengancam akan memukul KT. Korban yang tidak terima menantang RB untuk berkelahi. Pelaku yang geram langsung memukul korban dan terjadi perkelahian antara keduanya.

“Saat berkelahi, BT melihat korban memegang pisau dan pada saat itu BT memegang tangan korban dan membantu melerai keduanya, namun saat korban di pegang BT tersangka malah datang terus memukuli korban. Melihat tersangka makin beringas dan takut terlibat, saksi BT mengajak saksi lain untuk meninggalkan mereka yang sedang ribut, selang beberapa lama terdengar bahwa ada mayat di pinggir aliran sungai. Korban KT ditemukan tergeletak dengan luka pisau masih tertancap di sekitar pinggang,” papar Junaidi.