Operasi Pemisahan Sukses, Bayi Kembar Siam Adam dan Malik Dipulangkan

Operasi Pemisahan Sukses, Bayi Kembar Siam Adam dan Malik Dipulangkan
(Bayi Adam dan Malik diserahkan kembali kepada orangtuanya untuk dibawa pulang ke kampung halaman mereka di Tapanuli Utara. Kedua bayi kembar siam itu dipulangkan setelah sekitar 9 bulan di rumah sakit untuk operasi pemisahan (ocep/digtara))

digtara.com | MEDAN – Setelah menjalani operasi pemisahan dan perawatan selama lebih dari 9 bulan, bayi kembar siam Adam dan Malik akhirnya dibolehkan meninggalkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan, Senin (26/8/2019).

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), Bambang Prabowo, mengatakan si kecil Adam dan Malik dipulangkan karena secara medis sudah dipastikan dalam keadaan baik.

“Kondisi si Adam dan Malik sebenarnya normal. Hanya lengket saja dan setelah dipisahkan dan dirawat, sekarang kondisinya sudah normal kembali,”sebut Bambang di sela-sela penyerahan Adam dan Malik kepada pihak keluarga di RSUP HAM, Senin (26/8/2019).

Muat Lebih

Dia jelaskan, kondisi kesehatan bayi sudah dapat dipastikan tim dokter setelah keduanya menjalani perawatan selama satu bulan lebih pascaoperasi pemisahan.

Namun, lanjutnya, meski sudah dipulangkan, tetapi kondisi Adam dan Malik masih akan tetap dipantau oleh tenaga medis di Tapanuli Utara.

Selain pihak keluarga dan manajemen RSUP Haji Adam Malik, acara penyerahan bayi kembar tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Utara (Taput) Alexander Gultom.

Alexander Gultom memastikan, setelah meninggalkan RSUP HAM, kebutuhan perawatan medis Adam dan Malik akan dilanjutkan pemkab Taput.

Pasangan Juliadi Silitonga dan Noorida Sihombing pun akan langsung membawa kedua buah hatinya ke kampung halaman mereka di Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Taput.

Pada Selasa 23 Juli 2019, tim dokter RSUP HAM berhasil memisahkan penyatuan perut Adam dan Malik dalam operasi yang memakan waktu selama sekitar empat jam.

Secara garis besar, tindakan operasi terdiri dari dua tahapan, yakni pembedahan untuk pemisahan dan pembedahan lanjutan. Terdapat 50 anggota tim dokter yang terlibat menangani pemisahan bayi kembar siam Adam dan Malik.

Hampir semua anggota tim dokter yang terlibat adalah para dokter sub-spesialis yang dimiliki RSUP HAM. Mereka pun sudah berpengalaman beberapa kali melakukan pemisahan bayi kembar.

Adapun si kecil Adam dan Malik merupakan anak ketiga dan keempat dari pasangan Juliadi Silitonga, 29, dan Nurida Sihombing, 28.

Keduanya bayi memang mendapat perlindungan pembiayaan dari BPJS Kesehatan. Namun karena pembiayaan BPJS tidak cukup, RSUP HAM membantu lebih dari separuh kebutuhan biaya.

Bantuan diberikan karena sebagai penderes karet, Juliadi tidak memiliki kemampuan untuk menutup seluruh biaya yang dibutuhkan. Apalagi sejak 27 November 2018 kedua bayi sudah menjalani perawatan di RSUP HAM atau lima hari setelah dilahirkan di RSUD Sibolga.

[AS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan