Mengenang Detik-detik Kengerian Serangan 11 September, 20 Tahun Silam

Sabtu, 11 September 2021 10:51
BBC
Peristiwa serangan 11 September 2001

digtara.com – Selasa pagi 11 September 2001 tepat 20 tahun silam, dunia tiba-tiba berubah. Empat pesawat yang dibajak menabrak dua bangunan penting AS, yang melambangkan kekuatan ekonomi, politik, dan militernya dalam peristiwa yang dikenang sebagai serangan 11 September.

Serangan 11 September, yang menewaskan 2.996 orang, tetap menjadi serangan terbesar yang pernah terjadi di AS dan konsekuensinya masih terasa hingga hari ini.

Setelah serangan ini, apa yang disebut ‘perang melawan teror’ dilancarkan oleh AS, termasuk invasi ke dua negara, yakni Afghanistan dan Irak.

Kisah agen FBI memburu arsitek serangan 11 September: ‘Ia lolos ketika sudah hampir tertangkap’

Cerita Imam Indonesia di New York setelah Serangan 11 September – Ketika citra Islam ‘ikut runtuh’, ia dipeluk tetangga Katolik dan dikirim bunga oleh pendeta.

Pada level yang lebih personal, seluruh generasi masih ingat persis di mana mereka berada ketika mereka mendengar kabar tentang serangan yang terjadi pada tanggal tersebut.

Berikut ini adalah bagaimana 149 menit kekacauan dan teror terjadi pagi itu melansir suara.com dan BBC Indonesia:

07:59

Pesawat American Airlines bernomor penerbangan AA11 lepas landas dari Bandara Internasional Logan di Boston menuju Los Angeles dengan kapasitas maksimum.

Seorang pilot dan co-pilot serta sembilan pramugari berada di dalam pesawat.

Di antara 81 penumpang duduk lima pembajak pesawat, dipimpin oleh Mohamed Atta yang berasal dari Mesir.

Rencana serangan sedang berlangsung saat itu.

Rencana itu telah diprakarsai lima tahun sebelumnya di pangkalan Al-Qaeda di Afghanistan.

Khalid Sheikh Mohammed, seorang militan Pakistan yang dianggap sebagai arsitek serangan tersebut, muncul dengan ide melatih anggota kelompok mereka sebagai pilot dengan tujuan membajak pesawat dan menggunakannya sebagai senjata melawan AS.

Rencana itu disetujui pemimpin Al-Qaeda, seorang jutawan Arab Saudi yang telah berada di radar badan-badan intelijen AS, dan yang akan menjadi orang yang paling dicari di dunia: Osama bin Laden.

08:14

Dari terminal lain di bandara yang sama di Boston, pesawat UA175 milik maskapai United Airlines juga lepas landas menuju Los Angeles, dengan sembilan awak dan 56 penumpang.

Lima di antaranya adalah pembajak pesawat.

Pada saat yang sama, pada penerbangan AA11, para pembajak berhasil memasuki dek dan menguasai pesawat.

Pertama, dua pramugari ditikam, mungkin oleh pembajak yang duduk di kelas satu.

Selanjutnya, Atta, satu-satunya dari lima pembajak yang dibekali pelatihan tentang cara menerbangkan pesawat, menuju ke ruang pilot dari area tempat duduk penumpang bisnis, dikawal oleh pembajak lain.

Pembajak kelima menikam seorang penumpang.

Korbannya adalah Daniel Lewin, yang telah bertugas empat tahun sebagai tentara Israel dan duduk tepat di belakang Atta. Dia diyakini terbunuh ketika mencoba menghentikan pembajakan pesawat.

Sama seperti yang terjadi di pesawat lain yang dibajak juga, awak pesawat dan penumpang lainnya terpaksa pindah ke bagian belakang pesawat.

Para militan Al-Qaeda menggunakan gas air mata dan mengancam penumpang dengan bom, yang diyakini tidak pernah ada.

08:20

Pesawat American Airlines bernomor penerbangan AA77 lepas landas dari Bandara Internasional Washington-Dulles di Washington D.C. dengan enam awak pesawat dan 58 penumpang, termasuk lima pembajak pesawat.

Pesawat itu juga bertujuan ke Los Angeles.

Ini bukan kebetulan: empat penerbangan yang dibajak dijadwalkan untuk melakukan perjalanan dari ujung timur dan barat Amerika, yang berarti pesawat itu memuat hingga 43.000 liter bahan bakar.

Di tangan pembajak, pesawat menjadi peluru kendali.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait