Longsor Terjang Sumbar, 13 Rumah, 1 Madrasah dan 1 Masjid Rusak

Jumat, 22 November 2019 07:39

digtara.com | SUMBAR – Pasca hujan deras mengguyur daerah Jorong Galapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir.

“Banjir dan longsor menyebabkan 13 rumah, satu madrasah dan satu masjid rusak,” kata Handria.

Tim tanggap darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah dikirimkan ke Sumatera Barat dengan membawa Dana Siap Pakai (DSP) Operasional sebesar Rp 250 juta.

Banjir dan longsor menyebabkan akses jalan menjadi tertutup total akibat material longsor menutupi badan jalan sepanjang 100 meter dengan ketinggian 10 meter lebih.

“Tadi malam sudah kita lakukan pembersihan material, namun karena kondisi cuaca yang masih hujan ditambah penerangan tidak ada, maka dihentikan. Pagi ini dilanjutkan,” sambungnya.

Sementara satu orang warga bernama Sutan Palindih (35) dilaporkan meninggal akibat tergelincir saat memasang pukat di Danau Maninjau.

“Saat itu hujan deras, korban sedang memasang pukat di Danau Maninjau. Diduga karena tergelincir, korban terjatuh ke danau,” jelas Handria.

Handria mengatakan, setelah dilakukan pencarian sekitar satu jam oleh tim BPBD, Satpol PP dan Damkar, tim dari kecamatan dan nagari, akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari pintu PLTA Maninjau.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke rumah duka,” tukasnya.

Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Agam, banjir membawa material lumpur dan bebatuan sehingga menutupi akses jalan sepanjang 200 meter dengan ketinggian lebih kurang 3-5 meter.

Selain itu banjir juga menghanyutkan dua rumah milik Rusdi (53) dan Rosni (80). Sedangkan data bangunan yang digenangi material banjir atau lumpur masuk kedalam rumah warga sebanyak 11 unit dan 2 unit tempat ibadah.

Satgas BPBD Kabupaten Agam dipimpin langsung Kepala Pelaksana Mhd. Lutfi AR, bersama Satpol PP dan damkar, Dinas PUPR Kabupaten Agam, Pemerintah Kecamatan yang didampingi Camat, Handria Asmi, TKSK dan Nagari (Walinagari dan Jorong) turun langsung ke lokasi.

Mereka melakukan pendataan dan penanganan berupa mengungsikan warga yang rumahnya terdampak maupun dekat lokasi kejadian ke tempat yang lebih aman. Kebutuhan mendesak yang diperlukan bantuan hygiene kit, bantuan makanan dan pompa air.

Berita Terkait