Gempa Bumi Tektonik M7,4 di Laut Banda Terasa Hingga ke NTT

Kamis, 30 Desember 2021 08:20

digtara.com – Gempa tektonik di wilayah laut Banda, Kepulauan Maluku pada Kamis (30/12/2021) subuh sekira pukul 01.25.53 WIB dirasakan hingga sebagian besar wilayah NTT.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M7,4.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,68° LS ;127,55° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 kilometer arah Timur Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku pada kedalaman 183 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya subduksi Lempeng Laut Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Tiakur V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar).

Tepa IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Saumlaki IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Tual, Kupang, Alor, Rote, Malaka, Atambua, Sumba III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga hari Kamis, 30 Desember 2021 pukul 02.10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 3 aktivitas gempabumi susulan ( aftershock) dengan magnitudo terbesar M5.2. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
Bambang Setiyo Prayitno, MSi.

Di kota Kupang sendiri saat gempa bumi terjadi, sedang terjadi hujan disertai listrik padam.

Sebagian masyarakat yang merasakan getarannya sempat berhamburan keluar rumah.

“Getaran dan goyangan sangat terasa apalagi disertai listrik padam dan hujan. Kita panik dan sempat keluar rumah,” ujar Jeany, warga Kelurahan Tode Kiser, Kota Kupang yang rumahnya dekat dengan pantai.

Ia dan warga sekitarnya kuatir terjadi tzunami atau dampak lainnya sehingga berusaha menyelamatkan diri.
Beruntung tidak terjadi kerusakan material akibat gempa ini.

Berita Terkait