Gegara Aktif di Medsos, Suami Cemburu dan Aniaya Istri Hingga Tewas

Selasa, 07 Juni 2022 16:54
Fandi (tersangka) dan istrinya (korban). (gopos.id)

digtara.com – Gegara kerap melihat istri aktif di media sosial atau Medsos, seorang suami bernama IP alias Fandi (40) cemburu menuduh pasangannya itu selingkuh. Bahkan ia nekat menganiaya istrinya hingga tewas.

Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Perum Altira Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Kecemburuan Fandi diawali dari melihat aktivitas istrinya Popi (29) di media sosial, Facebook.

Fandi merasa curigabmenuduh istrinya berselingkuh.

Tuduhan itu membuat hubungan rumah tangga pasangan suami istri yang telah dikarunai seorang buah hati itu menjadi tak harmonis.

Fandi dan Popi sering kali cekcok.

Meski kerap cekcok, para tetangga yang tinggal bersebelahan rumah dengan Fandi dan Popi enggan ikut campur.

Mereka merasa tak enak lantaran merupakan persoalan internal rumah tangga.

Tak terkecuali saatbpertikaian yang akhirnya merenggut nyawa Popi pada Senin (6/6/2022) malam.

Saat itu, Fandi dan Popi diketahui terlibat cekcok di teras rumah sekitar pukul 20.30 Wita.

Adu mulut pasangan yang beda usia 11 tahun itu sempat terdengar oleh beberapa tetangga. Dan hal itu sudah biasa bagi tetangganya.

Namun berselang setengah jam kemudian, Fandi menarik Popi masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, pertikaian Fandi dan Popi makin menjadi-jadi.

Fandi yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir mobil kontainer sangat emosi dan mengambil senjata tajam sejenis pisau dari dalam lemari. Ia kemudian menyerang Popi hingga akhirnya meninggal berlumur darah.

Ironinya, saat tragedi berdarah itu terjadi, di dalam rumah ada sang buah hati.

“Pelaku mendatangi kantor Polsek Telaga untuk melaporkan kejadian yang diperbuatnya. Ia mengaku telah memukul istrinya,” ujar Kapolres Gorontalo, AKBP Ahmad Pardomuan, melalui Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Agung Gumara Samosir.

Sesaat setelah menerima laporan yang disampaikan Fandi, personel Polsek Telaga mendatangi lokasi kejadian.

Saat itu diketahui bila Popi sudah dalam keadaan tak bernyawa. Korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit MM Dunda Limboto.

Bersamaan dengan itu petugas juga turut mengevakuasi buah hati Fandi dan Popi dari lokasi kejadian.

“Saat ini Polres Gorontalo masih terus melakukan pendalaman mengenai sebab musabab kasus penganiayaan yang merenggut nyawa korban,” tandas Iptu  Agung Gumara. (gopos.id)

 

Berita Terkait