Fakta Tawuran dan Penjarahan di Belawan: Berawal dari Saling Ejek di Sungai, Bukan SARA, 6 Orang Dibekuk

Kamis, 22 Juli 2021 10:10

digtara.com – Polres Pelabuhan Belawan menyangkal kalau tawuran dan penjarahan terjadi bukan karena isu sara, tapi karena masalah sepele. Untuk itu, warga diharapkan tidak terpancing isu yang bisa memicu bentrokan yang lebih luas.

“Terkait adanya isu sara yang beredar saya sudah datang ke masjid dan gereja yang ada dan menjelaskan kepada pengurus masjid dan gereja bahwa isu sara tersebut tidak ada. Bentrokan yang terjadi adalah bentrokan yang sudah direncanakan, karena permasalahan sepele ejek-ejekan,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dr Mhd R Dayan SH MH dalam konferensi pers, Rabu (21/7) malam.

Polisi sendiri sudah menangkap 6 orang yang diduga otak aksi tawuran dan penjarahan di Jalan KL Yos Sudarso Belawan, pada Rabu (21/7) dini hari.

Keenam pelaku yang ditangkap masing-masing MS (17), K (17), RA (17), AP (17), AA (14) dan BWB (31).

“Jadi enam orang yang kami tangkap ini merupakan pelaku penyerangan dan penjarahan ke rumah dan toko milik warga yang rusak akibat bentrokan tersebut, satu diantaranya sudah dewasa, sementara lima lainnya masih di bawah umur,” ucap Kapolres.

Menurut Kapolres, bentrokan yang terjadi bukan karena Isu SARA yang sempat beredar, namun karena hal sepele berupa saling ejek yang selama ini biasa terjadi antar warga disana yang dipisahkan oleh sungai.

Atas ejek-ejekan tersebut tersangka BS yang saat ini DPO mengajak teman-temannya warga Yong Panai Hijau untuk patungan merakit bom molotov dan menyerang warga Maden Baru Belawan.

Laman: 1 2

Berita Terkait