Dimarahi Orangtua, Pelajar SMP di Kupang Gantung Diri Dalam Kamar

  • Whatsapp
Dimarahi Orangtua, Pelajar SMP di Kupang Gantung Diri Dalam Kamar
Polisi tengah melakukan olah tempat kejadian di kamar tempat korban ditemukan gantung diri. (Immanuel/Digtara)

digtara.com – Seorang pelajar SMP di Kupang, Nusa Tenggara Timur, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang pada Sabtu sekitar pukul 9:30 WIB pagi tadi.

Korban adalah JNK alias Janek (15). Jasad Janek pertama kali ditemukan oleh adiknya, Putri. Saat sang adik hendak mengambil laptop di dalam kamar korban.

Namun karena pintu kamar saat itu terkunci dari dalam, sang adik mengambil kunci cadangan.

Muat Lebih

Begitu Putri berhasil membuka pintu kamar, ia kaget melihat korban sudah dalam posisi tergantung di plafon rumah dengan leher terjerat tali nilon. Dari hidung korban saat itu terlihat keluar darah. Putri pun kemudian memanggil ayah dan kakaknya yang lain.

Petrus Koly yang kaget melihat korban kemudian berinisiatif menurunkan tubuh korban dengan memotong tali pengikat di leher korban namun korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Aparat polisi dari Polsek Maulafa, Polres Kupang Kota ke lokasi kejadian namun korban sudah dibaringkan di tempat tidur.
Diperkirakan korban meninggal setengah jam sebelum ditemukan.

Ayah dan kerabat korban menolak dilakukan visum dan otopsi karena menganggap korban meninggal secara wajar dan sebagai musibah.

“Ini musibah bagi keluarga kami jadi kami menolak dilaporkan ke polisi maupun dilakukan otopsi. Kami tidak mau buat laporan polisi dan tidak mau (jenasah) dibawa ke rumah sakit dan tidak mau persoalkan,” ujar ayah korban, Petrus Koly, Sabtu (10/10/2020).

 

KARENA DIMARAHI

Diduga kuat korban melakukan aksi nekat mengakhiri hidupnya dengna gantung diri, karena malam sebelumnya ia dimarahi orangtuanya. Saat itu orang tua korban, Petrus Koly (54) memarahi korban karena menyapu dan mengepel rumah pada malam hari.

“Saya memang marah (korban) karena sapu dan pel rumah malam hari. Rumah cukup disapu dan di pel pada pagi dan sore hari,” ungkap Petrus.

Petrus mengaku korban merupakan sosok pendiam dan rajin bekerja menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Ia juga menduga kuat korban yang juga anak kelima dari 8 bersaudara ini memilih gantung diri karena dimarahi.

“Selama ini tidak ada masalah. Korban marah karena semalam saya marahi dia,” tandas Petrus Koly.

Kanit Reskrim Polsek Maulafa Ipda DY Hendrik sempat meminta keterangan dari saksi-saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kita hargai sikap keluarga yang menolak korban divisum dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani pihak keluarga,” tandasnya.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Dimarahi Orangtua, Pelajar SMP di Kupang Gantung Diri Dalam Kamar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

4 Komentar