Dilaporkan Hilang Sejak 2017, Warga di Lembata Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

  • Whatsapp
Jasad Tulang Belulang Ditemukan Warga di Kebun
Ilustrasi

digtara.com – Seorang warga yang dinyatakan hilang sejak tahun 2017 lalu akhirnya ditemukan. Warga bernama Selfius Lau itu ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang.

Tulang belulang korban ditemukan di Ute Onge, Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Lembata, NTT pada Selasa (6/10/2020).

Tulang itu diidentifikasi aparat kepolisian Polres Lembata, Polda NTT, berdasarkan keterangan keluarga korban.

Muat Lebih

Keluarga pun bersyukur bisa menemukan korban walau tersisa tulang dan selanjutnya menguburkan tulang temuan secara wajar.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini sejak Rabu (7/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020).

“Saksi-saksi yang diperiksa yang mengetahui, mengenal dan merupakan keluarga dari korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Komang Sukamara saat dikonfirmasi.

Ada 3 saksi yang diperiksa yakni Edison Mau Bota (47), warga Lamahora, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Gibson Boling Seli (46), warga Wangatoa, Kecamatan Nubatukan dan Nonia Laumuri (46).

Ketiganya datang ke Polres Lembata setelah mendapat informasi dari pihak kepolisan bahwa ditemukan tulang manusia di lokasi Ute Unge.

Di Mapolres Lembata, pihak kepolisian menunjukan tulang manusia yang mana terdapat sebuah sarung bermotif kotak- kotak berwarna les putih dan kuning.

Mereka langsung mengenali sarung tersebut adalah milik Selfius Lau (57), warga asal Kabupaten Alor yang selama ini tinggal di Lamahora, Kelurahan Lewoleba, Kabupaten Lembata.

“Saksi memastikan tulang manusia tersebut adalah kerangka tulang kerabat mereka, Selfius Lau,” tandas kasat Reskrim polres Lembata.

Kerabat korban mengetahui dan mengenal tulang manusia tersebut karena korban keluar dari rumah dan menghilang hanya menggunakan sarung bermotif kotak-kotak tanpa menggunakan baju dan celana maupun sqndal dan terakhir dilihat di lokasi Ute Unge tersebut.

Korban Selfius Lau sejak tahun 2016 tinggal di rumah Edison di Kabupaten Lembata.
Sejak 25 Januari 2017, korban Selfius Lau keluar dari rumah dan sejak saat itu Edison dan keluarga Alor di Kabupaten Lembata mencari korban namun hasilnya nihil.

Selama melakukan pencarian, kerabat sempat meminta bantuan warga sekitar lokasi Ute Unge dan memberitahukan berita orang hilang pada gereja khatolik Lamahora dan gereja khatolik Ile Ape untuk diumumkan melalui mimbar gereja.

Keluarga juga melakukan pencarian korban selama 1 bulan lebih dari lokasi belakang pasar Lamahora sampai lokasi galian yang berada di desa larawutun , kecamatan Ile Ape, kabupaten Lembata.

Ketika melakukan pencarian terhadap korban, keluarga sempat meminta bantuan warga setempat termasuk Sakarias Saka yang mengetahui lokasi sekitar lokasi ute unge tersebut.

Saat melakukan pencarian, ada keluarga yang sempat melihat korban di lokasi ute unge tersebut dan ketika mereka mendekati korban, korban sudah tidak berada di tempat.

Sejak bulan Oktober 2016 tinggal di rumah Edison, korban Selfius Lau mengalami penyakit epilepsi dan hilang ingatan.

Selfius ke Kabupaten Lembata untuk berobat.
Namun sekitar bulan Desember 2016, korban sempat pergi dari rumah dan ditemukan warga di Ile Ape apa dan dibawa ke pos polisi Ile Ape kemudian ke Polres Lembata hingga dijemput keluarga dan membawa korban pulang ke rumah.

“Kerabat korban menjelaskan kalau selama korban berada di Kabupaten Lembata, korban mengalami sakit epilepsi dan gangguan jiwa,” tambah Kasat reskrim Polres Lembata.

Dengan penemuan kerangka tulang korban ini, keluarga menerima kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak menuntut secara hukum.

Pihak keluarga kemudian membuat surat pernyataan bahwa benar tulang manusia tersebut adalah Selfius Lau dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut secara hukum.

“Penemuan tulang belulang manusia ini sempat menghebohkan dan dalam waktu 3 jam kami sudah berhasil mengungkap identitasnya,” tandas Kasat.

[AS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan