Jumat, 19 April 2024

Dibiayai BPJS, Bayi Penderita Hidrosefalus Asal TTS Akhirnya Dioperasi

Redaksi - Sabtu, 23 Oktober 2021 03:28 WIB
Dibiayai BPJS, Bayi Penderita Hidrosefalus Asal TTS Akhirnya Dioperasi

digtara.com – Moniva Tasoin bayi berusia 1 tahun 4 bulan buah hati pasangan Elizabeth Poli dan Maklon Tasoin penderita Hidrosefalus akhirnya bisa menjalani operasi. Seluruh biaya operasi dan perawatan serta obat-obatan ditanggung BPJS.

Baca Juga:

“Sebenarnya pasien Moniva ada BPJS tapi tidak diurus. Sekarang BPJS sudah diurus dari desa dan kecamatan sehingga pasien dibawa dari (kecamatan) Oenino ke RSUD SoE, Kabupaten TTS,” ujar dr Elric Malelak, Sp.BS saat ditemui di RSUD Prof Dr WZ Yohanes Kupang, Sabtu (23/10/2021).

Pasien langsung dirujuk dari RSUD SoE Kabupaten TTS ke RSUD prof Dr WZ Yohanis Kupang.

Dokter kemudian melakukan operasi pemasangan selang selama dua jam dan pasien kemudian dirawat selama 5 hari.

Operasi dipimpin dr Elric B Malelak, Sp.BS pada awal pekan ini dan kini Moniva masih menjalani perawatan pasca operasi.

Operasi melibatkan 8 orang tenaga medis terdiri dari 2 dokter dan 6 perawat serta tenaga kesehatan.

“Besok (Minggu) pasien sudah bisa pulang. Dia jalani perawatan pasca operasi selama 5 hari,” ujarnya.

Baca: Bayi Penderita Hidrosefalus di TTS Butuh Uluran Kasih

Dokter Elric juga menyarankan masyarakat harus menjadi peserta BPJS dan mengurus BPJS karena semua biaya perawatan ditalangi BPJS.

“Jangan sungkan ikut BPJS. Urus BPJS supaya kalau ada masalah kesehatan bisa segera tertangani,” ujarnya.

Biasanya operasi secara mandiri menghabiskan biaya puluhan juta rupiah, namun dengan BPJS maka seluruh biaya ditalangi.
Operasi terhadap Moniva sendiri dilakukan untuk pemasangan selang guna membuang cairan dari otak ke perut.

Operasi juga dilakukan untuk membantu pasien agar mandiri dan bisa beraktivitas sendiri serta bisa bersekolah dengan anak berkebutuhan khusus lainnya.

“Pasien terlahir secara spesial maka kita operasi agar pasien bisa melakukan aktivitas sendiri secara mandiri serta bisa bersekolah,” tambah dokter Elric.

Sakit Sejak Usia 2 Hari

Awalnya Moniva dilahirkan secara normal, namun dua hari kemudian Moniva mulai menangis histeris yang dibarengi dengan kepala membesar secara tidak wajar.

Hidrosefalus adalah cairan yang menumpuk di dalam rongga di dalam otak.

Kelebihan cairan menekan otak dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan orang berusia lanjut.

Berdomisili di TTS dan Ditinggal Ayah

Dalam berita digtara.com sebelumnya terungkap, bayi penderita Hidrosefalus ini berdomisili di RT 04 RW 02 Dusun 1, Desa Hoi, kecamatan Oenino, kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

Mirisnya, ayah Moniva sudah lama meninggalkan dia dan ibunya. Ibu Moniva, Elizabeth Poli berprofesi sebagai penenun tradisional.

ditanggung bpjs bayi penderita
Bhabinkamtibmas Oenino, Bripka Herzon Malelak saat mengunjungi bayi dan ibunya. (dok digtara)

Hasil tenunan ia jual untuk membeli susu, dan beras buat Moniva bersama tiga orang kakaknya. Harus menempuh perjalanan yang cukup jauh

Untuk sampai di tempat tinggal Moniva, kita harus menempuh perjalanan selama tiga jam ke arah Timur dari kota Kupang. atau 45 menit dari kota Soe.

Rumah Moniva sangat strategis berada di belakang kantor Desa Hoi.

Elizabeth Poli saat ditemui media mengaku sudah pernah didatangi beberapa orang yang ingin membantu proses operasi anaknya. Sayangnya, sampai hari ini anaknya belum mendapat pelayanan kesehatan.

Pada Juli lalu, Elizabeth sempat membawa Moniva ke Puskesmas Oenino untuk diperiksa. Kemudian Moniva mendapat rujukan ke RSUD Soe. Sampai disana Moniva dirujuk lagi ke rumah sakit Siloam Kupang.

Namun, usaha mereka untuk mendapatkan pelayanan operasi kandas lantaran kekurangan biaya.

Moniva belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS Kesehatan yang membantu meringankan biaya operasi. Mereka berharap pemerintah kabupaten TTS bisa segera memberikan bantuan untuk kelancaran operasi.

Selain kekurangan biaya operasi Moniva, Elizabeth juga kuatir jika ia harus pergi jauh meninggalkan Opa dan Oma Moniva yang sudah memasuki usia senja, dan sedang sakit-sakit. Tak hanya itu, ia takut tiga orang anaknya mati kelaparan karena kehabisan pasokan makanan.

Sebelumnya, Bhabinkamtibmas Oenino, Bripka Herzon Malelak yang mengunjungi keluarga tersebut berharap pemerintah dan masyarakat bisa membantu Moniva untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Syukurnya, harapan itu kini terwujud. Moniva sudah dioperasi. Semoga sehat ya Moniva…

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
TTS
Berita Terkait
Tukang Pijat Asal Kabupaten TTS Ditemukan Meninggal di Rumah Kerabat di Pasir Panjang

Tukang Pijat Asal Kabupaten TTS Ditemukan Meninggal di Rumah Kerabat di Pasir Panjang

Aniaya Warga, Sekretaris Desa dan Linmas di Kabupaten TTS Jadi Tersangka

Aniaya Warga, Sekretaris Desa dan Linmas di Kabupaten TTS Jadi Tersangka

Satu Tahun Buron, Mahasiswa Pelaku Penganiayaan di Kota Kupang Dibekuk di Kabupaten TTS

Satu Tahun Buron, Mahasiswa Pelaku Penganiayaan di Kota Kupang Dibekuk di Kabupaten TTS

Sudah Berdamai Pasca Dianiaya karena Diduga Rusaki Pipa Air, Warga di TTS Tetap Laporkan Pelaku ke Polisi

Sudah Berdamai Pasca Dianiaya karena Diduga Rusaki Pipa Air, Warga di TTS Tetap Laporkan Pelaku ke Polisi

Anggota Direktorat Samapta Polda NTT Bantu Talangi Banjir Amanuban Selatan-TTS

Anggota Direktorat Samapta Polda NTT Bantu Talangi Banjir Amanuban Selatan-TTS

Residivis Kasus Pencurian di TTS Kembali Diamankan Polisi

Residivis Kasus Pencurian di TTS Kembali Diamankan Polisi

Komentar
Berita Terbaru