Demo Ricuh di Pelni Ambon, 3 Orang Diamankan Polisi

  • Whatsapp

digtara.com | AMBON- Sejumlah mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Koordinator Maluku mengelar unjuk rasa di Kantor Pelni Cabang Ambon, Rabu (12/02/2020) siang

Aksi yang awalnya berjalan damai ini tiba-tiba berakhir ricuh. Diduga penyebabr salah satu anggota polisi dipukul oleh seorang pendemo. Akibatnya puluhan polisi dari Polesta Pulau Ambon dan Pp Lease langsung mengejar para pendemo sehingga berujung bentrokan.

Salah satu anggota polisi menjelaskan kalau pihaknya sementara melalukan pengamanan aksi unjuk rasa. Namun tiba-tiba salah satu mahasiswa memukulinya.

Muat Lebih

“Saya tidak tahu tiba-tiba dia (oknum pendemo) naik di atas kursi depan Kantor Pelni loncat dan pukul saya. Pelaku sudah dibawa Pak Kanit ” kata anggota PRC Polresta Ambon.

Sementara itu salah satu orator, Akbar mengatakan kalau ricuh berawal dari aksi dorong yang dilakukan anggota polisi terhadap Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Maluku Indah Ulfa.

“Waktu saya orsi polisi yang bernama Pary itu dorong saya dan Ketua PKC tidak terima. Ada pihak polisi bebebarapa orang dari belakang dorong Ketua PKC. Karena kader tidak terima sehingga terjadi aksi ricuh,” jelasnya setelah kericuhan mereda.

Setelah aksi dorong disertai pemukulan itulah anggota polisi kemudian mengejar para pendemo sampai ke luar halaman Pelni dan tiga orang diamankan, Gafur Rusunreri, Rifky Derlen dan seorang lagi yang belum diketahui identitasnya.

Sekira pukul 12.30 WIT, Kabag Ops Polresta AKP muhammad Amin menyambangi para pendemo di Pelni Cabang Ambon. Ia menanyakan surat pemberitahaun dari PMII terkait aksi unjuk rasa. Namun pihak pendemo mengaku belum memiliki izin aksi sehingga aksinya dibubarkan.

“Aturannya 3 hari harus sudah ada surat pemberitahuan. Mana surat pemberitahuan. Ayo bubar,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap petugas Pelni Ambon, yang beberapa waktu lalu melakukan tindakan pemukulan terhadap mahasiswa di area pelabuhan.

Peristiwa itu terjadi saat sejumlah mahasiwa hendak menanyakan kepastian keberangkatan dari Ambon ke kota Tual Maluku yang tidak memiliki kepastian padahal sudah membayar namun tidak diberikan tiket keberangkatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan