Bikin Ribut, Pemilik Kedai Tuak di Dairi Bacok Pelanggannya Hingga Tewas

Minggu, 26 September 2021 10:55
ist
Korban tewas dalam posisi sujud

digtara.com – Peristiwa pembunuhan terjadi di Dusun IV Desa Gomit, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi. Seorang pemilik kedai tuak membunuh pelanggan yang juga tetangganya sendiri karena bikin onar,

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu 24 September 2021 sekira pukul 00.30 WIB. Korban Jamson Siburian (56) dibacok dengan parang oleh Berton Lumbantobong (35) yang kesal dengan tingkah laku korban.

Pasca kejadian, Kapolsek Bunturaja AKP Adinoto langsung memimpin olah TKP dan penyelidikan di lokasi kejadian.

Dari hasil olah TKP terungkap, kejadian pembunuhan tersebut berawal dari pada Jumat, 23 september 2021 sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu korban yang minum di warung tuak milik tersangka Berton lumbantobing, mabuk dan mulai ribut-ribut.

Selanjutnya tersangka Berton Lumbantobing menasehati korban supaya korban langsung pulang kalau sudah mabuk.

Akan tetapi korban tidak terima dan terjadi perang mulut. Sekira pukul 00.00 WIB, korban meninggalkan warung tersebut menuju rumah kediamannya.

Namun Berton Lumbantobing yang masih menyimpan sakit hati lalu menyusul korban dengan membawa sebilah parang.

Kira-kira 10 meter mendekati rumah korban pada waktu korban masih berjalan kaki, tiba tiba tersangka berton lumbantobing langsung membacokkan parang ke arah kepala korban secara berulang kali, hingga korban tersungkur di jalan. Akibatnya korban meninggal dunia.

Sementara pelaku langsung menyerahkan diri ke polsek

Saat olah TKP, personil Polsek Bunturaja menemukan korban sudah meninggal dunia dengan posisi bersujud di jalan dan seluruh kepala bagian belakang luka.

“Diperkirakan korban 6 kali dibacok di kepala dan 1 kali bacokan di pundak sebelah kiri. Sementara korban menggenggam sebuah batu di tangan kanan,” jelas Kapolsek dalam rilis yang diterima digtara.com, Minggu siang.

Melihat kejadian tersebut, selanjutnya personil polsek Bunturaja menghubungi pihak Puskesmas Bunturaja dan selanjutnya korban dibawa ke Rumah sakit Umum sidikalang dengan menggunakan ambulan guna dilakukan Visum et refertum (Ver).

Berita Terkait