Biarkan Truk Melintas di Jembatan Batang Serangan, Dua Oknum Dishub Provsu Diduga Main Mata Dengan Pengusaha Galian C

Selasa, 15 November 2022 17:28

Digitara.com – Buntut dari pembiaran melintasnya truk muatan Sirtu (Pasir Batu) yang diduga berasal dari galian C milik HS oleh dua oknum petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara, menuai cibiran di kalangan pengusaha dan masyarakat di Kecamatan Batang Serangan.

Dua oknum petugas yang diduga ada main mata dengan HS itu, sebelumnya pada Sabtu (12/11/22) sekira Jam 13.00 WIB mendatangi rumah dinas Camat Batang Serangan, Arie Ramadhany SIP M SP. Kepada Arie mereka memohon agar truk jenis engkel yang diberhentikan satu malaman itu dibiarkan lewat, dengan alasan nanti akan terjadi macat.

Hal itu dikatakan mereka langsung kepada Arie dan didengarkan langsung oleh awak media yang pada saat itu berkunjung di kediaman rumah dinas Camat Batang Serangan.

Kedua oknum petugas yang mencoba melobi Camat Batang Serangan itu diketahui berinisial BA dan SU. Menurut informasi yang didapat bahwa dua oknum tersebut dulunya bertugas sebagai staf di Dinas Perhubungan Langkat dan sekarang tugas di Dishubprovsu, tepatnya di UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Terminal Kabanjahe.

Kepada Arie kedua oknum yang tidak bertanggung jawab itu juga mengatakan bahwa sebelumnya mereka sudah melepaskan dua unit truk. “Tadi pun sudah kita biarkan dua unit truk jalan, karena nanti bisa terjadi kemacetan Pak. Ya kami tolong la biarkan truk yang lain melintas Pak.” cetus BA.

Sontak Arie menjawab, bahwa itu wewenang Dishub Provsu tidak ada kaitan pada dirinya. “Kan bisa bapak lihat bahwa rambu larangan maximal 8 ton itu kan dari Dishub Provsu, bukan saya yang buat, kok malah kalian pula yang mau melanggar aturan yang kalian buat. Penjagaan itu dibuat berdasarkan hasil rapat dengan Polres Langkat, Dishub Langkat dan Stakeholder lainnya,” pungkasnya kepada kedua oknum tersebut.

Terpisah, Selasa (15/11/22) sekira Jam 10.20 WIB, Kabid (Kepala Bidang) Lalu Lintas Darat Dishub Provsu, Agustinus Panjaitan kepada wartawan melalui telepon WhatsAppnya mengatakan, bahwa kedua oknum tersebut melakukan tindakan yang diluar dari wewenangnya. Mereka tidak membekingi, seharusnya mereka mencari solusi untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

“Dia bertindak tidak membawa dinas, tapi orang menganggapnya sebagai orang dinas. Tapi seolah-olah yang dilakukan mereka seperti intervensi dari dinas bahwa ada pengecualian terhadap operator pengangkutan tertentu itu tidak ada,” ucap Agus.

Agus juga menambahkan bahwa pihaknya tidak mau main-main dengan hal seperti itu. “Kalau itu kebijakan pimpinan dan hasil keputusan rapat, makanya kita pasang rambu. Untuk apa kita pasang rambu kalau kita masih main-main, dari sisi kewenangan, mereka sudah melampaui kewenangannya dan mereka sudah mengakuinya,” jelasnya.

Saat ditanyai apa sangsi yang akan diberikan kepada dua orang oknum tersebut, Agus menjawab hal itu sudah pasti akan diberikan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang pasti mereka akan mendapatkan SP dan itu nanti akan ditangani oleh Bidang Kepegawaian. Saya berterima kasih kepada Pak Wahyu sudah mau mengkoreksi, itu hal yang wajar, siapa pun bisa untuk control atas hal ini,” cetus Agus.

Sementara itu, BA saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya tidak ada jawaban, begitupun saat di chat melalui pesan WhatsAppnya yang bersangkutan tidak menjawab, walaupun sudah contreng biru dua.