Bayi Ditemukan Membusuk Dalam Karung di Lahan Kosong

Minggu, 08 September 2019 18:12

digtara.com | KUPANG – Warga di RT42/RW13, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dihebohkan dengan penemuan sesosok bayi yang dibuang dalam karung beras, Minggu (8/9/2019) siang.

Bayi malang tersebut dibuang di lahan kosong milik keluarga Ketut Satriana. Ketut yang pertama kali menemukan bayi yang telah meninggal itu mengaku sementara membersihkan lahan untuk dibangun.

Saat membersihkan lahan itu, dia menemukan karung yang diduga berisi sampah.Namun ia penasaran karena mencium bau yang tidak sedap dari dalam karung yang terletak di lahan itu.

Ketut pun mengecek isi karung yang masih tertutup tersebut, dan menemukan sesosok bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya.

“Saya sedang bersihkan lahan, dan mencium bau tidak sedap. Ketika saya cek, ternyata bayi,”sebutnya.

Dia menduga bayi tersebut telah dibuang ibunya sekitar 2-3 hari lalu, karena sudah mengeluarkan bau tak sedap. “Mungkin saja sudah dua hari  karena sudah bau, dan banyak belatung,” katanya.

Ketut kemudian melaporkan temuan itu ke ketua RT setempat, yang selanjutnya dilaporkan ke Polres Kupang Kota untuk ditindaklanjuti.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga sekitar yang mendapat informasi terkait penemuan bayi itu langsung memenuhi TKP.

Kaur Bin Ops (KBO) Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana, SH mengaku pihaknya mendapat laporan adanya temuan bayi di lokasi itu, sehingga dilakukan pengecekan.

“Belum tahu jenis kelaminnya. Ditemukan oleh pemilik lahan,” katanya.

Dia mengaku pihaknya masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi untuk mengetahui siapa pelaku pembuangan bayi itu.

“Kami masih pengumpulan bahan dan keterangan.  Belum tahu siapa pelakunya,” katanya.

Bayi tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit bhayangkara Titus Uly Kupang menggunakan mobil ambulance untuk dilakukan visum.

Guna mengungkap pelaku, polisi membawa salah satu penghuni kos, tempat mayat bayi ditemukan.

Ketua RT 42, Agustinus Liwu mengaku, perempuan tersebut bernama Yuliana Virginia S. Muda yang berasal dari Balaweling II, Solor, Kabupaten Flores Timur.

Meski demikian, menurut dia, Yuliana belum tentu pelaku pembuangan bayi.

“Dia kos disini sudah empat tahun. Saat datang, ia melaporkan diri juga di pihak RT. Dia dibawa untuk dimintai keterangan. Soal dia pelaku atau bukan itu urusan polisi,” ujarnya.

Ia mengatakan, Yuliana merupakan alumni salah satu universitas di Kota Kupang dan baru wisuda beberapa hari lalu.

[AS]