Bahagianya Abianus Falau, 3 Bulan Lagi Pensiun Naik Pangkat Jadi Perwira Polda NTT

Senin, 04 Oktober 2021 10:30
ist
Kapolres Kupang Kota memandu upacara kenaikan pangkat anggota Polres Kupang Kota yang berhasil mengungkap peredaran uang palsu

Aiptu Abianus Falau dan Primo Groty Gorang (32), Satpam pada pelabuhan Tenau Kupang merupakan orang pertama yang mengungkap uang rupiah palsu di wilayah Kota Kupang akhir Oktober 2020 lalu.

Kamis (22/10/2020) lalu sekitar pukul 10.00 wita, Primo Groty Gorang yang baru selesai bertugas di pelabuhan Tenau Kupang datang ke kios kerabat nya tidak jauh dari Pospol LLBK, Kota Kupang.

Saat itu muncul Jupieter Biliu (55), tersangka uang palsu dan istri nya hendak berbelanja rokok dengan menggunakan uang palsu. Namun Jupieter Biliu batal berbelanja karena dilarang istrinya.

Primo Groty Gorang curiga dengan bungkusan dan lembaran uang dalam saku celana Jupieter sehingga ia ke Pospol LLBK melaporkan ke Aiptu Abianus Falau.

Keduanya membuntuti Jupieter dan istri nya yang menumpang angkutan kota. Aiptu Abianus Falau kemudian meminta bantuan anggota Polsek Kelapa Lima untuk membuntuti Jupieter dan istri nya.

Di jembatan kilometer 7 Oesapa, Jupieter dan istri turun dari angkutan dan langsung dihadang.
Jupieter awalnya berkelit kalau ia hendak menjual batu giok seharga Rp 50 juta ke orang lain.

Namun saat digeledah, polisi menemukan ratusan lembar uang pecahan Rp 100.000 yang merupakan uang rupiah palsu.
Mereka menemukan 100 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 100.000 dari saku Jupieter. Ia kemudian digiring ke Mapolsek Kelapa Lima dan diproses.

Dari hasil pengembangan, pihak Polsek Kelapa Lima mengungkap uang rupiah palsu sebanyak 3.535 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 100.000 atau senilai Rp 353.500.000 dan 20 lembar uang rupiah palsu pecahan Rp 50.000 atau sebesar Rp 1.000.000.
Tersangka jupiter saat diperiksa polisi mengaku kalau pembuatan uang palsu dilakukan secara otodidak dan sudah beberapa kali dlakukan.

Tersangka pun sudah ditahan di sel Polsek Kelapa Lima dan disidangkan.

Tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (1), (2), dan ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (1) dan ayat (3) Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang subs pasal 244 subs pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait