Suara Milenial di Kahmi Medan: Melaju atau Tergerus?

Suara Milenial di Kahmi Medan: Melaju atau Tergerus?
Irwansyah Putra Nasution SH, Kabid Hukum dan Ham Periode 2008-2009 (istimewa)

digtara.com – Pemilihan calon ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Medan akan segera dilaksanakan. Berdasarkan pengumuman panitia, pembukaan akan dilaksanakan pada Jumat, 9 April 2021 di Asrama Haji, Medan, Sumatera Utara.

Ada lima calon kandidat yang resmi mendaftarkan diri, yakni Delyuzar (58), alumni HMI Komisariat FK USU, Mardana Nainggolan (50), alumni Komisariat FMipa Unimed, Laksamana Putra Siregar (46), Furqon, alumni Komisariat FMIPA USU dan Mahful Taufik, alumni Komisariat FE USU.

Pertarungan ide dan gagasan untuk membangun Kahmi Medan terus bergulir, bahkan sudah memasuki body shaming. Tak jarang saling sindir di grup-grup Whatsapp, bahkan intimidasi ala aktifis HMI dan hanya berlaku di HMI.

Muat Lebih

Alumni milenial dalam kisaran angkatan 2000-an hingga saat ini, hanya mampu mengikuti gerbong senior atau alumni tua. Berbagai alasan diantaranya karena alasan figur yang mengajak, senior tua yang dianggap mapan dan yang terakhir tidak percaya diri.

Bila dibandingkan, dari semangat, waktu, kemapanan bahkan kekompakan, alumni milenial sangat potensial membentuk gerbong baru dan bargaining untuk mengambil posisi tawar yang tinggi dibandingkan jadi lembu yang dicucuk hidungnya.

Baca: Gubernur Sumut Harapkan Sinergitas Visi Misi KAHMI dengan Pemerintah Demi Kesejahteraan Rakyat

Posisi Tawar

Alumni milenial harus mampu menduduki posisi strategis kedepannya, terkhusus di struktur Kahmi Medan. Dari jabatan sekretaris hingga wakil ketua. Kenapa begitu?

Beberapa alasan yang bisa diungkap yakni :

Pos terkait

Tinggalkan Balasan