Coki Pardede Berujung Rehabilitasi Narkoba, Menyoal Diskriminasi Artis dengan Warga Biasa

Senin, 06 September 2021 11:05
kumparan
Ilustrasi rehabilitasi narkoba

digtara.com – Penangkapan Coki Pardede karena kasus narkoba hingga berujung rehabilitasi memicu kembali sebuah pertanyaan soal hukum di Indonesia. Tak lama heboh penangkapan sang artis langsung rehabilitasi. Namun tidak demikian dengan warga biasa.

Ketika mengulik laman google lalu ketikkan kata ‘bawa sabu 0,5 gram dihukum’ maka kita akan menemukan serangkaian hukuman fantastis bagi pengguna sabu yang rata-rata mengantongi barang bukti di bawah 0,5 gram.

Rata-rata mereka dihukum 4 sampai 5 tahun. Bahkan yang fantastis sampai dituntut 12 tahun penjara gegara dia pernah terjerat kasus serupa. Bahkan 0,06 gram sabu dibui 5 tahun.

Kasus tuntutan 12 tahun itu menimpa orang bernama Risbul Bahri warga Krembangan, Surabaya. Ia dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelabuhan Tanjung Perak.

JPU bahkan menuntut denda Rp 1 miliar dan subsider tiga bulan penjara. JPU Mochamad Solton mengatakan, alasan pihaknya menuntut cukup tinggi karena yang bersangkutan adalah residivis dalam kasus serupa.

Dengan beratnya hukuman itu sepertinya aparat negeri ini serius memberantas Narkoba. Tapi di satu sisi, penerapan hukum negeri ini adalah sebuah ironi.

rehabilitasi narkoba
Tangkapan layar hasil pencarian google

Batasan Batasan

Ada aturan mengenai batas maksimum pengguna Narkoba yang seharusnya direhabilitasi. Bila melebihi jumlah maksimum itu, maka seorang tersangka akan langsung dijerat UU Narkotika, bukan lagi pecandu.

Surat Edaran Mahkamah Agung No 4 Tahun 2010 sudah merincinya.

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait