Berani Jewer Pelatih, Apa Prestasi Olahraga Sumut Selama Edy Rahmayadi Jadi Gubsu?

Jumat, 31 Desember 2021 15:30
ist
Gubsu Edy Rahmayadi saat memberikan semangat para atlet Sumut sebelum PON Papua. Gubsu jarang berkomunikasi secara persuasif dengan atlet. Ia hanya hadir di panggung besar dan di laga krusial seperti final

digtara.com – Ketika Edy Rahmayadi menjadi Gubsu bersama wakilnya Musa Rajekshah, dunia olahraga Sumut bergelora. Tapi kini, prestasi olahraga di era kepemimpinan Edy Rahmayadi malah tak membanggakan.

Yang mencuat justru kontroversi. Kekinian, Edy Rahmayadi malah jadi gunjingan gegara menjewer dan mempermalukan pelatih biliar yang hadir dalam acara pemberian tali asih.

Bagaimana dengan prestasi olahragawan selama kepemimpinannya?

Prestasi sebuah daerah memang tak sepenuhnya bergantung pada pemimpinnya. Tapi pemimpin khususnya gubernur punya andil besar dalam pencapaian ini.

Pada PON Jabar 2016, Sumut masih bertengger di posisi 10 besar atau tepatnya di posisi 9.

Namun saat Gubernur Edy Rahmayadi memimpin, Sumut terlempar ke posisi 13.

Di Jabar, Sumut mampu meraup 16 emas, 17 perak, dan 34 perunggu.

Di Papua, hanya 10 emas, 22 perak, dan 23 perunggu yang bisa diraih.

Semua cabor unggulan meleset dari target.

Beda pemimpin, beda pula caranya. Hasil yang dicapai Sumut selama lebih dari satu dekade terakhir sebenarnya tak lepas dari tangan dingin almarhum HT Rizal Nurdin, mantan Gubsu yang wafat pada 2005 silam.

Di era almarhum, berbagai program digelontorkan mulai dari pembinaan usia dini hingga pendekatan-pendekatan persuasif kepada cabang olahraga.

Pola pembinaannya tertata lebih baik dengan pemimpin yang lebih dekat dengan atlet. Tak cuma datang sesekali ketika laga krusial, tapi hadir memberi wejangan tanpa tekanan dan tanpa beban.

Kekuatan dan basis atlet yang kemudian jadi pelatih semasa almarhim HT Rizal Nurdin terbukti mampu membuat Sumut bertahan di posisi 10 besar selama 3 kali PON.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait